Terkini Scouting The Opposition: Ujian Awal Itu Berjulukan Leicester City

Posted on

Setelah bursa transfer ditutup dan jeda internasional berlangsung, kini kompetisi klub kembali bergulir. Chelsea akan berhadapan dengan Leicester pada Sabtu (9/9). Pada pertandingan yang akan berlangsung di King Power Stadium itu, Chelsea akan menjalani ujian pertama sehabis skuat Antonio Conte perlahan menguat dengan kembalinya beberapa pemain dari cedera dan pemain-pemain gres yang didatangkan pada selesai bursa transfer.

Chelsea masih tidak akan diperkuat oleh Gary Cahill. Sang kapten akan menjalani larangan bermain yang terakhir sebelum hasilnya bisa kembali bermain. Sementara itu, kondisi Eden Hazard memungkinkan bintang Belgia itu untuk menjalani tabrak pertamanya isu terkini ini. Tapi, itu gres akan terjadi bila Conte merasa Hazard siap. Di kubu tuan rumah, tidak ada pemain utama yang tidak sanggup bermain.
Hal yang menarik yaitu bagaimana Conte menyusun pemain yang akan bermain semenjak menit pertama. Pulihnya Hazard memberi impian untuk fans Chelsea supaya bisa melihat pemenang PFA of the Year isu terkini kemudian itu. Namun, Willian dan Pedro lebih siap secara fisik. Menarik untuk dinanti siapa yang akan membantu Alvaro Morata di lini depan pada pertandingan nanti.
Selain di lini depan, lini tengah juga menjadi perhatian. Saat N’golo Kante hampir mustahil dikesampingkan, terdapat tiga pemain lain yang berpeluang untuk berduet dengan Kante. Cesc Fabregas bisa dimainkan bila Conte ingin memperkuat penguasaan bola, Timeoue Bakayoko sanggup menjadi penyeimbang permainan, dan Danny Drinkwater sanggup dapat ditandemkan dengan Kante dengan impian duet mereka kembali berjalan dengan baik ibarat isu terkini 2015/16 kemudian di Leicester. Semua tergantung bagaimana Conte ingin menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain menyerang atau lebih bertahan.
Pertandingan ini akan menjadi ujian awal bagi Conte untuk kembali membungkam kritik yang tertuju pada Chelsea di awal musim. Usai kalah dari Arsenal di Community Shield dan takluk dari Burnley di pekan pembuka Premier League, banyak pundit sepakbola yang mencurigai Chelsea sebagai pesaing dalam perburuan gelar. Namun, Chelsea perlahan membalas kritikan itu dengan kemenangan atas Tottenham dan Everton.
Meski gagal mendapat Ross Barkley dan Alex Oxlade-Chamberlain, namun Conte kini mempunyai dua pemain gres yang memperkuat kedalaman skuat Chelsea.Umpan silang yang baik dari Davide Zappacosta sanggup menjadi alternatif kala eksplosivitas Victor Moses sedang tidak bekerja dengan baik. Conte juga bisa berharap pada duet Kante dan Drinkwater yang sukses mempersembahkan gelar Premier League untuk Leicester di isu terkini 2015/16.
Selain itu, ujian yang ada pada tabrak melawan Leicester yaitu bagaimana Chelsea sanggup mendobrak pertahanan rapat Leicester dikala bermain melawan tim besar. Pada tabrak melawan Arsenal dan Manchester United, Leicester bermain sangat defensif dan cukup baik dalam pertahanan. Namun, Leicester kerap lengah dan kehilangan konsentrasi yang berakhir pada menggetarnya jala gawang Kasper Schmeichel.
Kondisi ini tentu harus dimanfaatkan oleh Chelsea yang mempunyai Morata di lini depan. Striker asal Spanyol itu bisa memposisikan diri dengan baik dan memanfaatkan peluang yang ada. Namun, Morata harus menghadapi dua bek tengah Leicester yang berpostur besar, Wes Morgan dan Harry Maguire. Morata harus memaksimalkan penempatan posisi sebab tentu tidak gampang melawan pemain berpostur 186 cm dan 194 cm.
Chelsea juga harus bisa mengontrol pertandingan dan menciptakan banyak peluang . Pada tabrak melawan Arsenal, Leicester hanya mencatatkan 30% dalam penguasaan bola. Begitu pula kala melawan Manchester United, anak asuh Craig Shakespeare hanya bisa mencapai angka 31%. Leicester juga hanya bisa mencatatkan umpan berhasil sebanyak 63% dan 69%.
Meski begitu, bukan berarti Leicester tidak berbahaya. Serangan balik cepat yang mengandalkan kreativitas Riyad Mahrez dan kecepatan serta determinasi Jamie Vardy patut diwaspadai. Dari tiga awal Premier League, Mahrez sukses menciptakan dua asis dan Vardy berhasil menjebol gawang lawan sebanyak dua kali. Oleh sebab itu, Chelsea harus bisa benar-benar memotong jalur umpan kepada Mahrez atau Vardy secepat mungkin.
Chelsea sendiri mempunyai rekor baik melawan The Foxes. Chelsea tak terkalahkan dalam 12 dari 13 tabrak terakhir menghadapi Leicester. Pada tiga pertemuan terakhir, Chelsea bahkan sukses menghajar Leicester dengan selisih minimal dua gol. Chelsea juga kini sedang dalam performa yang baik usai memenangkan dua tabrak terakhir. Melihat aneka macam rekor dan perfroma sekarang, Chelsea lebih unggul dibanding Leicester untuk meraih tiga poin pada Sabtu nanti.