Terkini Perihal Diego Costa Yang Akibatnya Angkat Bicara

Posted on
Setelah mengumumkan kepada media bahwa ia mendapat pesan teks dari Antonio Conte ihwal dirinya yang sudah tidak diinginkan lagi, Diego Costa masih belum mendapat kepastian perihal masa depannya. Ia melewati seluruh rangkaian pra-musim Chelsea, bahkan sampai pertandingan Community Shield melawan Arsenal dan laga perdana Premier League kontra Burnley.
Hingga kini, Costa masih berada di Brazil. Ia masih menjalani liburan meski bertahap mulai berlatih untuk mengembalikan kondisi fisiknya guna mengarungi demam isu 2017-2018. Setelah usang tak terdengar, alhasil Costa angkat bicara kepada Sportsmail ihwal semua hal yang terjadi di Chelsea.
Costa menceritakan kronologi ketika ia mendapat pesan teks dari Conte. Striker berpaspor Spanyol itu juga mengomentari kedatangan Alvaro Morata yang diproyeksikan menggantikan posisinya di lini depan Chelsea.
“Apa yang terjadi di Chelsea ketika ini ialah ironi. Pesan teks itu, saya mengerti ketika instruktur menginginkan pemain yang berbeda. Alvaro Morata ialah pemain yang hebat. Dia menjalani demam isu yang andal di Madrid dan mereka (Chelsea) mendapat harga yang cocok untuk pemain muda berbakat. Dia akan sukses di Chelsea,” ujar Costa.
“Tentang pesan teks itu, ada banyak cara untuk melaksanakan itu. Tapi pesan teks bukanlah pilihan. Anda harus jujur dan berbicara secara langsung. Saat itu saya sedang bersama tim nasional Spanyol, sendiri di ruangan saya ketika pesan teks itu datang. Saya sangat kaget. Saya memperlihatkan itu kepada sobat saya dan mereka tidak sanggup mempercayai bagaimana ia (Conte) melaksanakan itu.”
“Saya murka ketika itu. Sekarang saya lebih tenang. Saya belum menghapus pesan teks itu. Jika orang menuduh saya berbohong, saya sanggup memperlihatkannya,” tambah pemain berjulukan lengkap Diego da Silva Costa itu.
Eks striker Atletico Madrid itu juga mempertegas bahwa dirinya tidak ingin pergi, namun apadaya, Conte menginginkannya pergi sehingga ia terpaksa angkat kaki dari Stamford Bridge. Costa juga menceritakan bagaimana hubungannya dengan rekan setimnya di Chelsea.
“Anda tahu bahwa manajer tidak menginginkan saya. Saya menunggu Chelsea untuk melepaskan saya. Saya gotong royong tidak ingin pergi. Tapi ketika manajer tidak menginginkan Anda, Anda harus pergi.”

“Jika Anda bertanya kepada rekan saya, mereka akan menyampaikan hal yang sama. Mereka menghubungi saya lewan pesan teks dan menyampaikan mereka merindukan saya. Saya selalu berbicara dengan mereka, terutama Cesc Fabregas, David Luiz, dan Willian. Kami biasa berbicara lewat Whatsapp. Mereka bertanya bagaimana kabar saya.”
Keretakan hubungan antara Costa dan Conte sebenanrya sudah terjadi semenjak Januari lalu. Costa dikabarkan sedang menjalani perundingan perpanjangan kontrak namun itu semua berhenti. Costa tidak bahagia dengan keputusan tersebut dan mulai dihubungkan dengan kepindahan ke Cina. Costa sendiri merasa bahwa Conte berperan dalam keputusan tersebut. Ia juga menyampaikan pandangannya terhadap manajer asal Italia tersebut.
“Pada bulan Januari, hal serupa juga terjadi. Saya sedang dalam proses untuk memperpanjang kontrak tapi mereka memberhentikan itu. Saya menduga manajer berperan di balik itu. Ia meminta klub untuk menciptakan keputusan itu.”
“Saya menghormati ia sebagai instruktur hebat. Dia melaksanakan kerja yang luar biasa di Chelsea dan saya sanggup melihat itu, tapi secara personal, tidak. Dia bukan tipe instruktur yang erat dengan pemain. Dia sangat jauh. Dia tidak mempunyai karisma.”
Mangkir dari latihan bukanlah hal yang baik untuk pemain sekelas Costa. Musim sudah mulai bergulir tapi ia belum berlatih untuk kembali bermain sepakbola dengan intensitas tinggi. Chelsea gotong royong memperlihatkan Costa untuk berlatih dengan tim reserve, namun Costa menolak itu dan merasa perlakuan tersebut tidak adil.
“Mereka menginginkan saya untuk berlatih dengan tim reserve. Saya tidak diperbolehkan tiba ke ruang ganti tim utama dan saya dilarang menghubungi sobat saya (secara langsung). Saya bukan kriminal! Saya rasa perlakuan mereka tidak adil bila melihat apa yang saya berikan selama ini.”
Perihal masa depannya, Costa memperjelas bahwa dirinya hanya ingin kembali ke Atletico. Ia tidak menginginkan uang yang ditawarkan klub Cina.
“Keinginan saya ialah untuk pergi ke Atletico. Saya menolak ajuan lainnya. Mereka (Chelsea) ingin menjual saya ke Cina dan tim lainnya. Jika saya pergi, saya ingin pergi ke tim yang saya inginkan, bukan tim yang membayar saya paling besar.”
“Diego Simeone menginginkan saya. Itu jelas. Saya selalu mempunyai hubungan baik dengannya. Fans dan orang disana menyukai saya. Mereka memberi respek kepada saya. Saya ingin komitmen dengan Atletico selesai pada bulan ini. Rencana saya ialah untuk pergi ke Madrid, berlatih disana, menyiapkan fisik dan bersiap untuk Piala Dunia.”

Namun, Atletico sendiri masih terkena hukuman yang menciptakan mereka tidak sanggup mendaftarkan pemain gres sampai bulan Januari mendatang. Artinya, Costa akan kehilangan enam bulan guna meyakinkan Julen Lopetegui sebagai manajer tim nasional Spanyol untuk bermain di Piala Dunia 2018. Sehingga sebenanrya masih ada kemungkinan Costa akan bertahan di Stamford Bridge, tapi tentu saja bila Conte mengurungkan niatnya untuk menyingkirkan Costa dari skuatnya.