Terkini [On This Day] Ulang Tahun Oscar, Pemain Yang Pernah Mengalami Kasus Perselisihan Kontrak Di Brazil

Posted on

Tepat hari ini, mantan pemain Chelsea, Oscar, genap berusia 26 tahun. Pria dengan nama lengkap Oscar dos Santos Emboaba Júnior itu lahir pada 9 September 1991.

Kini, Oscar ialah pesepakbola profesional asal Brazil yang bermain sebagai gelandang serang untuk klub China Shanghai SIPG. Oscar memulai karirnya di Sao Paulo. Setelah serangkaian kontroversi yang ia alami selama di Sao Paulo, ia berangkat ke klub Internacional, di mana ia menghabiskan tiga tahun bersama Internacional. Penampilan apiknya untuk klub asal Brazil itu menciptakan Chelsea kepincut untuk membawanya ke London dengan nilai transfer sebesar 25 juta paun pada tahun 2013.

Ia ialah pemain internasional Brazil yang telah mewakili negaranya di tingkat U-20 pada Olimpiade London 2012 dan juga timnas tingkat senior. Pada 20 Agustus 2011, Oscar mencetak tiga gol pada sabung final Piala Dunia FIFA U-20 2011 melawan Portugal. Oscar juga menjadi pemain pertama yang mencetak hat-trick di final Piala Dunia FIFA U-20. Pemain yang ketika ini berusia 26 tahun itu kemudian menggambarkan penampilannya pada turnamen tersebut sebagai pintu gerbang menuju karir senior. Tipikal dan abjad bermainnya disebut-sebut sama dengan rekan senior snegaranya, Kaká.

Ketika Oscar dos Santos Emboaba Junior alhasil tiba di Chelsea untuk sesi latihan pertamanya di bulan Agustus, reaksi pribadi yang didapatnya ialah berupa sanjungan. Pemuda yang ketika itu belum genap berusia 21 tahun, dianggap hampir tidak terlihat cukup renta untuk berlatih bersama timnas Brazil U-20. “Wow, ia terlihat muda,” tweet dari Ashley Cole ketika salah satu momen yang dipikirkannya terlontar lewat media umum mengenai Oscar. Memang kala itu, Oscar masih muda. Tapi mereka yang mengenalnya di Brazil akan menyampaikan bahwa Oscar sendiri telah mengalami banyak hal. Bahkan jauh sebelum pindah dengan biaya transfer 25 juta paun ke London.

Karir muda Oscar di Brazil didominasi oleh perkara pengadilan yang pernah mengancam dan berdampak serius pada karirnya. Hal itu dimulai lebih dari delapan tahun yang lalu, tepatnya pada 2009. Ketika rekan pemain dan penasihatnya mengidentifikasi apa yang mereka anggap sebagai penyimpangan dalam kontraknya dengan Sao Paulo. Kasus tersebut dikaitkan semenjak usianya masih 13 tahun.

Kasus perselisihan kontrak tersebut memang sudah biasa di Brazil. Kasus Oscar terdengar hingga pengadilan Tribunal Brazil. Pada Juni 2010, ketika usianya18 tahun, Oscar menentukan klub top Brazil dan menandatangani kontrak dengan klub Internacional di Porto Alegre. Tapi, Sao Paulo memberitahukan kesepakatan kontrak tersebut kepada Tribunal de Justica Desportiva dan problem pun dimulai. Oscar bersama-sama berstatus free agent. Namun, Sao Paulo menganggap kesepakatan Oscar dengan Internacional sebagai sengketa kontrak yang harus diselesaikan oleh kedua pihak klub, Internacional dan Sao Paulo sendiri.

Sao Paulo yang melaporkan kesepakatan tersebut, kemudian memenangkan banding dan pengadilan memutuskan bahwa Oscar harus kembali ke Sao Paulo. Melihat kegagalan kepindahan Oscar itu, penderitaan klub Internacional bertambah sehabis diperintahkan harus membayar biaya sekitar 15 juta Brazil (atau senilai 4,5 juta paun) untuk Sao Paulo. Oscar pun harus bolos selama tiga bulan sehabis mengalami perkara perselisihan kontrak tersebut.

Wartawan Globo Esporte yang meliput Internacional, Alexandre Alliatti, menyampaikan bahwa Oscar sempat memperlihatkan kesan yang instan. “Sejak pertama datang, ia terlihat menyerupai seorang pemimpin,” kata Alliatti kepada The Independent. “Dia selalu bertanya perihal sepakbola, ia terlihat menyerupai orang yang sangat muda tapi ia mempunyai banyak kedewasaan.”

Oscar dibesarkan di negara bab Sao Paulo, sebuah daratan paling makmur di Brazil. Ia kemudian pindah ke kota Sao Paulo pada usia 13 tahun, untuk bergabung dengan perguruan klub. Ia tidak menyerupai Ronaldo dan Romario, yang di mana seseorang dari latar belakang yang kurang beruntung. Alliatti kemudian menambahkan, “Bermain sepakbola dan menghasilkan uang dengan cara itu tidak menyerupai kewajiban baginya. Karena itu ialah pilihannya untuk bermain, dan bukan alasannya uang.”

Meski mempunyai talenta, Oscar sempat berjuang untuk mempertahankan tempatnya di tim utama Sao Paulo. Lalu, sehabis serangkaian perkara kontrak, ia tiba ke Internacional di tengah musim. Meski ia berlatih dengan skuat senior klub Internacional, Oscar hanya sanggup bermain di timnas Brazil U-23.

Sejak pindah ke London, Oscar melihat banyak dongeng dari Sandro yang kala itu bermain untuk Tottenham Hotspur. Sandro merupakan mantan rekannya di Internacional. Hal yang biasa dari sepakbola Amerika Selatan ialah pembagian biaya transfer Oscar sebelum bergabung dengan Chelsea. Biaya tersebut setengahnya akan dimiliki oleh Internacional, dan separuhnya lagi akan diberikan kepada investor yang diwakili oleh agennya.

Namun, Oscar hanya bertahan empat setengah tahun saja berseragam Chelsea. Setelah ia tidak mendapat daerah di tim utama ketika Antonio Conte mengambil alih bangku kepelatihan The Blues trend panas tahun lalu. Ia kemudian pindah ke China untuk bergabung dengan klub Shanghai SIPG. Biaya transfer nya pun tak tanggung-tanggung. Ia dibeli klub asal China tersebut dengan biaya transfer mencapai 60 juta paun. Bersama Chelsea, ia mencatatkan 203 penampilan dengan raihan 38 gol dan 37 asis. Ia juga sukses merengkuh Europa League trend 2013/14, Premier League 2014/15, EFL Cup 2014/15, dan berhak atas medai Premier League 2016/17 meski hengkang di bursa transfer trend dingin.

Selamat ulang tahun, Oscar!