Terkini [On This Day] Lahirnya Salomon Kalou, Sayap Lincah Asal Pantai Gading

Posted on

Mengingat kembali bagaimana emosionalnya Didier Drogba kala mengeksekusi tendangan penalti penentu kemenangan Chelsea atas Bayern Munich di Aliianz Arena, guna mengunci gelar Liga Champions 2012. Kerja keras dari para pemain skuat asuhan Roberto Di Matteo itu berhasil memukau publik sepakbola. Namun, melabelkan diri sebagai seorang satria pada pertandingan partai puncak paling bergensi di Eropa itu tidak menjamin sebuah daerah di ekspresi dominan setelahnya. Hal itulah yang menimpa Didier Drogba dan rekan satu negaranya yang hari ini (5 Agustus) berulang tahun, Salomon Kalou.

Terlepas dari itu semua, Kalou genap berusia 32 tahun pada hari ini. Mantan punggawa Chelsea itu ketika ini melanjutkan karirnya di Jerman bersama Hertha Berlin. Tapi, jauh sebelum petualangan barunya di Bundesliga itu, Kalou mempunyai karir yang gemilang bersama Chelsea selama enam ekspresi dominan spesialnya.

Lahir di Oume, Pantai Gading, pemain berjulukan lengkap Salomon Armand Magloire Kalou itu memulai karir profesional di klub lokal berjulukan Mimosas sebelum karenanya menjajaki karir di Eropa. Saat itu, instruktur klub Auxerre, Guy Roux, berkeinginan untuk merekrutnya ketika mengetahui bila saudaranya telah di klub tersebut. Namun, Kalou lebih menentukan untuk menandatangani kontrak dengan Feyenoord pada 2003.

Kalou bermain untuk Feyenoord di Eredivisie selama dua musim, tepatnya semenjak tahun 2004 hingga 2006. Selama berada di klub yang berbasis di kota Rotterdam itu, ia telah mencetak 35 gol dalam 67 penampilan liga. Ia juga memenangkan Johan Cruijff Award pada tahun 2005, sebagai pemain dengan talenta muda yang paling menjanjikan di ekspresi dominan tersebut. Kalou bersama dengan Dirk Kuyt, dikenal sebagai “K2” oleh fans Feyenoord dan media Belanda ketika itu.

Karirnya menanjak ketika Kalou memutuskan untuk pindah ke Chelsea pada tanggal 30 Mei 2006. Biaya transfer yang tidak diungkapkan, namun diyakini mencapai kisaran 9 juta paun. Kalou menandatangani kontrak dengan Chelsea hingga 2009, dan diberi kepercayaan untuk mengenakan nomor punggung 21.

Manajer Chelsea ketika itu, José Mourinho, memuji pemain muda asal Pantai Gading itu sebagai pemain dengan tipikal pekerja keras, serbaguna, dan selalu ingin meningkatkan level permainannya. Kalou mengakui bahwa ia sangat senang ketika tiba di Stamford Bridge. Ia sempat membawa kamera ke area latihan Chelsea di Cobham untuk merekam beberapa pemain bintang The Blues ketika itu. Kalou kemudian sontak mengatakan, “Ini ialah saat-saat harapan hidup saya terwujud, dan saya rasa bila ini mimpi.”

Kalou melakoni debutnya di tim reserve Chelsea. Ia berhasil mencetak gol pertamanya untuk Chelsea dalam pertandingan liga melawan Portsmouth. Kalou berhasil mengantongi hattrick sehabis bisa berkontribusi dalam kemenangan besar 5-0 di pertandingan tersebut. Melihat penampilan ciamiknya itu, Chelsea memanggilnya untuk memperkuat tim utama. Kalou pun kemudian bisa mencetak gol pertama seniornya untuk Chelsea dalam kemenangan 2-0 atas Blackburn Rovers di putaran ketiga Piala Liga.

Di ekspresi dominan keduanya bersama Chelsea, Kalou mulai bermain reguler di tim utama. Ia melanjutkan performa menawannya itu dengan baik. Hal itu terbukti, pada pembukaan Premier League ekspresi dominan 2007-2008, ia berhasil mencetak gol ketika Chelsea menang besar atas Manchester City dengan skor 6-0 di Stamford Bridge.

Masih di ekspresi dominan yang sama, Kalou berperan penting dalam perjalanan Chelsea menuju partai puncak Liga Champions 2008. Ia menjadi momok seram untuk sektor pertahanan tim lawan di kompetisi bergensi Eropa itu. Salah satu kontribusinya ialah ketika ia berhasil mengobrak-abrik area penalti Liverpool yang menyebabkan John Arne Riise mencetak gol ke gawang sendiri pada semi-final leg pertama di Anfield. Kalou juga menjadi pencetak gol penalti keenam Chelsea pada babak extra time final Liga Champions di Moskow, di mana Chelsea kalah dari Manchester United.

Pergantian kursi kepelatihan yang sering terjadi di Chelsea, sempat mengancam karir Kalou. Ia sempat tidak diprioritaskan di tim utama ketika Chelsea di bawah asuhan Avram Grant pada ekspresi dominan 2008-2009. Pasalnya, selama satu bulan ia tidak dimainkan dan terus berada di kursi cadangan. Di ekspresi dominan tersebut, pertandingan pertama Kalou tiba dari kursi cadangan ketika Chelsea melawan Manchester United pada 21 September. Ia mengambarkan kualitasnya dengan mencetak gol sundulan di menit ke-80 sehabis menyambut tendangan bebas John Obi Mikel.

Kalou merasa di tiap musimnya ia merasa sulit untuk mendapat daerah reguler di tim utama. Ditambah lagi semenjak Fernando Torres tiba dari Liverpool pada Januari 2011. Walaupun begitu, selama 31 penampilan di semua kompetisi pada ekspresi dominan 2010-2011, Kalou berhasil mencetak 14 gol.

Di ekspresi dominan 2011-2012, Kalou tetap merasa cemas dengan posisinya pada tim utama sehabis manajer gres Andre Villas Boas tiba mengisi kursi kepelatihan Chelsea. Ia berjuang untuk terus kembali ke dalam skuad tim utama di bawah asuhan instruktur asal Portugal itu. Kalou merasa terdepak, ia hanya menciptakan empat penampilan dalam kurun waktu tujuh bulan.

Namun, kursi kepelatihan gres itu hanya berlangsung sementara. Pasalnya, Chelsea mendapati ekspresi dominan yang jelek sehabis mengalami banyak kekalahan beruntun. Akhirnya penunjukan kursi kepelatihan jatuh ke tangan ajun instruktur Chelsea ketika itu, Roberto Di Matteo. Mantan pemain Chelsea itu berperan mengganti Villas Boas yang dipecat sebab performa jelek Chelsea. Di ekspresi dominan tersebut, Kalou mendapati labelnya di Chelsea sebagai pemain senior. Ia berhasil menciptakan penampilan ke-250 nya untuk Chelsea dalam pertandingan derbi London melawan Arsenal yang berakhir dengan skor 0-0.

Pada kenyataannya, semua catatan Salomon Kalou di ekspresi dominan tersebut ialah sebagai penanda simpulan karirnya. Kontraknya yang habis di simpulan ekspresi dominan 2011-2012 menjadi salah satu alasan terkuat. Tapi, usaha Chelsea yang mati-matian di kompetisi Liga Champions menciptakan simpulan karir Kalou berseragam Chelsea menjadi sangat indah. Karena Chelsea berhasil masuk melaju ke partai final Liga Champions melawan Bayern Munich di Allianz Arena. Walaupun bermain di markas lawan finalnya itu, Chelsea mengunci gelar sehabis Drogba berhasil mengeksekusi penalti penentu kemenangan di ujung babak tos-tosan. Kalou pun merasa, bila simpulan ceritanya bersama Chelsea itu ialah pecahan dari puncak karirnya.

Tepat pada 1 Juli 2012, Chelsea secara resmi mengumumkan bahwa kontrak Kalou telah berakhir dan dilepas bersamaan dengan bek sayap José Bosingwa. Total, ia telah menciptakan 254 penampilan untuk klub London barat itu dan telah mencetak 60 gol serta 40 asis. Setelah berstatus bebas transfer, Kalou dikaitkan dengan banyak sekali klub-klub besar di Eropa, termasuk klub asal Jerman menyerupai Schalke 04, rival Chelsea di Premier League menyerupai Liverpool dan Arsenal, ataupun tim asal Turki menyerupai Galatasaray. Namun, ia karenanya bergabung dengan tim asal Prancis LOSC Lille enam hari sehabis pemutusan kontrak dari Chelsea.