Terkini [On This Day] Lahirnya Marcel Desailly, Pemain Sekokoh Watu Yang Menjadi Mentor John Terry (Bagian 1)

Posted on
Kontribusi John Terry untuk Chelsea tak sanggup diragukan lagi. Ia menjadi kapten sampai satu dekade lebih dengan segudang prestasi. Jiwa kepemimpinan yang baik dan kemampuan yang mahir sebagai bek tengah menciptakan Terry dilabeli sebagai legenda Chelsea. Garry Cahill bahkan merasa pencapaian Terry untuk Chelsea akan sulit ditandingi. Namun, Terry bukan tiba-tiba tiba dari planet lain dengan kemampuan diluar budi manusia. Ia menjalani proses panjang sampai bisa menjadi pemain sehebat itu. Salah satunya yaitu saat ia ditandemkan dengan Marcel Desailly di posisi bek tengah Chelsea.
Desailly juga menjadi salah satu pemain yang tak terlupakan di Chelsea. Kontribusinya berhasil membawa Chelsea ke level yang lebih tinggi pada final 1990an sampai awal kala ke-21. Hari ini, Desailly merayakan ulang tahun ke-49.
Lahir di ibu kota Ghana, Accra, Desailly dilahirkan dengan nama Odenke Abbey. Ia dilahirkan dari orang renta orisinil Ghana. Ketika ia berusia empat tahun, ibunya menikahi seorang diplomat Prancis dan mengadopsi Desailly. Ayah barunya itu lalu memberi nama Marcel Desailly sebagai nama Prancis dan membawa Desailly ke Prancis bersama ibunya.
Perihal nama, ia tidak pernah merasa namanya berubah. “Orang renta aku tidak benar-benar merubah nama saya. Odenke itu nama Ghana saya, ayah biologis aku berasal dari Ghana. Dan ayah yang mengadopsi aku memberi aku nama itu, Desailly. Odenke masih ada, aku tidak pernah mengganti nama saya, bahkan sampai orang mengenal aku sebagai Desailly,” ujar laki-laki 185 cm itu.
Pindah ke Prancis, Desailly diperlukan mengikuti jejak ayahnya sebagai akademisi. “Saya masih berusia empat tahun saat pindah ke Prancis. Ayah aku seorang diplomat dan ia berpikir aku akan menjadi pelajar untuk waktu yang lama, mendalami studi saya. Dia mencoba untuk menjauhkan aku dari olahraga secara umum.”
“Saya menemukan sepakbola secara alami di sekolah dan aku sangat terjebak, secara baik dan tidak baik. Baik untuk aku dan tidak baik untuk ayah saya,” tambahnya.
Desailly lalu memulai karir sepakbolanya saat ia mengikuti jejak abang tirinya, Seth Adonkor, untuk bergabung dengan tim bau kencur Nantes. Ia mengenal Didier Deschamps muda di sana. Desailly menembus skuat reserve Nantes saat ia berusia 17 tahun dan menjalani debut profesional setahun kemudian.
Desailly bermain untuk tim utama Nantes semenjak umur 18 tahun. Ia terus berkembang dan menjalani empat animo di sana. Desailly total menciptakan 178 penampilan dan lima gol bersama Nantes. Di final animo 1991/92, Olympique Marseille dan AS Monaco berusaha mendapat Desailly.
“Saya nyaris bergabung dengan Monaco alasannya yaitu mereka klub yang lebih stabil. Keluarga aku lebih menentukan Monaco. Di Marseille segalanya lebih ajaib dan ada lebih banyak tekanan. Tetapi itulah yang menarik saya. Saya memerlukan tekanan dari sebuah tantangan besar.”
“Bergabung dengan Marseille yaitu harapan yang menjadi kenyataan. Semua yang terjadi kepada aku setelahnya bagaikan sulap. Sekarang pun aku masih kesulitan untuk menjelaskan semuanya!”

Bersama Marseille, ia bergabung dengan pemain mahir ibarat Fabian Barthez, Rudi Voller, Basile Boli, dan juga rekan lamanya, Didier Deschamps. Desailly berkembang dengan pesat dan bisa menunjukkan kesuksesan untuk Marseille. Mereka sukses meraih gelar Liga Champions animo 1992/93 sehabis sukses mengalahkan AC Milan yang diperkuat pemain sekaliber Franco Baresi, Paolo Maldini, Frank Rijkaard dan Marco Van Basten.
Desailly bisa menunjukkan bantuan pertahanan yang baik untuk Marseille. Salah satu rekannya, Barthez memujinya dengan menganalogikan Desailly sekuat batu. “Alih-alih pemimpin, Marcel cenderung menjadi pejuang. Desailly sekokoh batu,” ujar pemain yang berposisi sebagai kiper itu.

Namun, Marseille terlibat duduk kasus pengaturan skor yang harus menciptakan gelar Ligue 1 animo 1991/92 dilucuti. Mereka didegradasi dan tidak sanggup berpartisipasi dalam Liga Champions animo berikutnya. Milan melihat kesempatan tersebut dan kesannya mendatangkan Desailly ke Italia.

Bagian 2