Terkini [On This Day] Lahirnya Marcel Desailly, Pemain Sekokoh Kerikil Yang Menjadi Mentor John Terry (Bagian 2)

Posted on
Usai berkembang dengan baik dan menjadi pemain hebat bersama Olympique Marseille, Desailly mulai menjajaki karir yang lebih tinggi bersama AC Milan. Ia mencatatkan 60 pertandingan bersama raksasa Prancis itu selama dua musim.
Bersama Milan, Desailly tergabung dengan generasi emas yang diperkuat pemain ibarat Franco Baresi, Paolo Maldini, Frank Rijkaard dan Marco Van Basten. Nama Desailly sendiri dikala itu belum terlalu tenar. Ia bahkan menerka bahwa rekan barunya di Milan tidak pernah mendengar namanya.
“Saya pikir pemain lain galau apa yang saya lakukan di sini. Saya tidak yakin mereka tahu siapa saya. Saya juga hampir galau apa yang saya lakukan di sini, alasannya semuanya terjadi dengan jalan yang unik. Braida (direktur teknik Milan) tiba untuk menonton pertandingan antara Marseille dan Saint Etienne dengan tujuan melihat Alen Boksic tapi saya bermain baik dan ia mencontreng nama saya di hari itu. Pertandingan itu yakni pertandingan terbaik saya sepanjang musim,” ujar Desailly.
“Ketika Boban cedera di derbi Milan pada awal musim, Braida menyampaikan ‘Saya punya pemain yang kita butuhkan, Desailly’. Semua orang melihat ke arahnya (Braida) ibarat murka dan menyampaikan ‘Siapa dia?’. Bahkan Fabio Capello tidak tahu saya, atau tidak terlalu mengenal saya.”
Keberadaan pemain Prancis lain, Jean-Pierre Papin, menciptakan Desailly bisa menyesuaikan diri dengan baik. Desailly menciptakan 31 penampilan di animo pertamanya bersama Milan dan sukses meraih Liga Champions animo 1993/94. Ia menjadi pemain pertama yang bisa menjuarai dua Liga Champions beruntun dengan tim yang berbeda.
Desailly terus menjadi andalan tim asuhan Fabio Capello itu. Ia bisa menjadi tembok pertahanan Milan bersama Baresi. Desailly sukses merengkuh empat trofi selama lima animo membela tim ibu kota Italia itu. Total ia menorehkan 186 penampian dan tujuh gol.
Pada animo panas 1998, Desailly resmi berseragam Chelsea usai menyelesaikan transfer senilai 4,6 juta paun. Ia kemudian membela Prancis pada ajang Piala Dunia. Tergabung bersama pemain ibarat Zinedine Zidane, Didier Deschamps, Laurent Blanc, Thierry Henry, Robert Pires, sampai Patrick Vieira, Desailly selalu tampil penuh sampai partai puncak. Menghadapi Brasil di tabrak final, Desailly harus mengakhiri tabrak lebih awal usai diusir wasit sehabis mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-68. Namun, kesuksesan Prancis merengkuh Piala Dunia tidak terlepas dari donasi Desailly di lini pertahanan.
Pada animo panas itu, Desailly sebenanrya diincar banyak klub, termasuk Manchester United dan Liverpool. Tapi hasilnya ia menentukan Chelsea alasannya alasan keluarga. “Saya berbicara dengan Alex Ferguson. Saya tidak bergabung dengan Manchester United tapi jikalau saya bergabung bersama mereka, mungkin saya bisa memenangkan lebih banyak trofi. Tapi tantangan di Chelsea menarik.”
“Klub sedang dibangun dan membutuhkan pemain dengan nama besar. Liverpool juga tiba kepada saya. Tapi saya membutuhkan sekolah Prancis yang bersahabat untuk anak saya. Makara saya menentukan London untuk Chelsea, dengan alasan keluarga dan kualitas hidup,” ujar pemain keturunan Ghana itu.
Bersama Chelsea, Desailly eksklusif menerima kawasan utama di tim asuhan Gianluca Vialli itu. Desailly diduetkan dengan rekan senegaranya, Frank Leboeuf. Ia mencatatkan 45 penampilan dan membawa Chelsea finis di urutan ketiga pada animo 1998-99, posisi tertinggi semenjak animo 1969/70.

Musim berikutnya, ia berhasil membawa Chelsea meraih gelar FA Cup. Pada animo 2000/01, Desailly dipercaya menjadi kapten utama usai Dennis Wise hengkang. Desailly total mencatatkan 158 penampilan di Premier League. Jika ditotal, ia menciptakan 222 penampilan dan tujuh gol.
Tak hanya itu, Desailly juga berkontribusi besar bagi karir John Terry. Desailly tiba bersamaan dengan dipromosikannya Terry ke tim utama Chelsea. Mereka bermain selama enam animo sampai 2004. Desailly berperan besar bagi perkembangan Terry, baik dari segi teknis maupun mental.
“Marcel tiba mendekati final karirnya dan ia yakni raja. Dia ibarat ayah untuk kami (Terry dan Gallas). Dia memberi tahu apa yang harus dilakukan. Dia yakni yang terbaik, berguru darinya menciptakan kami menjadi pemain yang lebih baik. Ketika saya bersia 17 tahun, Desailly menjuarai Piala Dunia dan ia tahu nama saya!” ujar Terry.
“Dia tertarik dengan siapa saya sebenarnya, bermain di mana saya, apa yang saya sukai dan apa yang tidak saya sukai. Dia meluangkan waktunya untuk saya. Dia sering merangkul saya, ia membantu saya. Ketika Anda berusia 17 atau 18, waktu terasa cepat. Anda hanya fokus bermain sepakbola dan menikmatinya tapi ketika sebentar lagi akan pensiun, Anda akan menyadari tunjangan besar yang pernah Anda dapatkan, Marcel, Frank Leboeuf, Dennis Wise, dan lainnya,” ungkap Terry di pengujung karirnya untuk Chelsea.
Terry juga menceritakan bagaimana ia tidak akan melupakan duetnya bersama Desailly di Liga Champions. Usai finis di urutan empat pada animo 2002/03, Chelsea berpartisipasi pada kompetisi Liga Champions animo selanjutnya.
“Desailly berdiri di sana, di tim utama, dan berkata kepada saya ‘John, dengarkan musik Liga Champions, itulah yang ingin kau dengar animo demi musim’. Bahkan sampai kini saya masih sering merinding. Saya tidak akan melupakan malam-malam itu di mana saya berdiri bersama Desially di Liga Champions,” ungkap pemain asal Inggris itu.
Desailly sendiri memuji Terry alasannya ia tidak kenal aib ketika bertanya. “Saya menganggap Terry sebagai murid saya, tapi ia remaja sebelum waktunya dan bermuka tebal dengan meluapkan peryanyaan seputar seni administrasi dan cara memposisikan diri. Dia menceritakan pendapatnya, dan mendengar hal itu dari anak berusia 18 atau 20 yakni hal Istimewa untuk saya,” ungkap Desailly.
Meski Desailly tidak setenar Gianfranco Zola, Frank Lampard, atau Didier Drogba di buku sejarah Chelsea, namun kontribusinay dalam mendidik Terry tentu tak sanggup diremehkan. Dapat dikatakan jikalau tidak ada Desailly, belum tentu Terry bisa menjadi pemain kelas dunia.
Selamat ulang tahun, Marcel Desailly!