Terkini [On This Day] Lahirnya Ian Hutchinson, Jagoan Chelsea Di Fa Cup 1970

Posted on
Kematian Ian Hutchinson pada September 2002 kemudian menyisakan kesedihan yang mendalam bagi fans Chelsea. Pasalnya, ia meninggal dunia lantaran sakit yang salah satunya disebabkan oleh banyaknya obat penghilang sakit yang ia konsumsi ketika akan bertanding. Striker Chelsea periode 1960 selesai itu kerap menderita cedera lutut namun ia bersikeras untuk tetap bermain, kesannya obat penghilang sakit menjadi pilihannya sebelum bertanding.
Begitu pula dengan final FA Cup 1970 yang digelar di Wembley. “Akhirnya saya mengonsumsi obat penghilang sakit sebelum tiap pertandingan lantaran saya ingin terus bermain. Saya masih ingat saya mengambil delapan tablet sehari hanya untuk menjaga cairan di lutut saya. Saya juga ingan saya mengonsumsi suntikan kortison di pinggang saya sebelum final di Wembley biar saya besar lengan berkuasa bermain 90 menit,” dikutip dari London Evening Standard.
Dapat dikatakan final tersebut yaitu pertandingan yang benar-benar menciptakan Hutchinson menjadi idola Stamford Bridge. Meski awalnya ia tiba dari Cambridge United yang bukan berstatus sebagai tim profesional pada Juli 1968, Hutchinson mengambarkan bahwa kerja keras dan kegigihannya terbayar dengan prestasi dan daerah utama di skuat Chelsea asuhan Dave Sexton itu.
Hutchinson bisa menyesuaikan diri dengan kecepatan First Division, sebutan Liga Inggris ketika itu. Kegigihan dan keberaniannya menciptakan ia bisa menembus tim utama meski gres berusia 22 tahun. Fisiknya bagus, bisa berduel di udara, dan mempunyai lemparan ke dalam yang kuat. Hutchinson yaitu salah satu pemain pertama dengan kemampuan kemampuan lemparan ke dalam yang jauh.
Bulan November, ia menjalani debut kala Chelsea berhadapan dengan Ipswich Town sebagai pemain pengganti. Hutchinson menciptakan publik Stamford Bridge terpukau dengan kemampuan lemparan ke dalamnya yang memusingkan pemain lawan. Hasilnya, salah satu pemain Ipswich salah mengantisipasi bola lemparan Hutchinson dan berbuah gol bagi Chelsea.
Hutchinson kemudian menjadi pemain utama di skuat Chelsea. Ia diduetkan dengan Peter Osgood yang berstatus sebagai bintang Chelsea pada masa itu. Hutchinson perlahan mulai padu dan bermain apik sebagai perhiasan Osgood di lini depan Chelsa.

Musim kedua, Hutchinson benar-benar menjadi partner tepat Osgood. Pada ekspresi dominan itu, duet Osgood dan Hutchinson menghasilkan 53 gol. Hutchinson sendiri bisa mencetak 16 gol pada 26 laga First Division. Namun, yang akan selalu diingat tentu pertandingan final FA Cup melawan Leeds United.
Kala itu, Leeds yaitu salah satu tim besar di Inggris. Mereka bahkan berhasil merengkuh gelar First Division pada ekspresi dominan sebelumnya di mana Chelsea finis di urutan kelima. Karena itu, final menghadapi Leeds bukanlah pertandingan mudah.
Chelsea sempat tertinggal terlebih dahulu sebelum kesannya Peter Houseman menyamakan kedudukan. Semua bermula ketika umpan lambung Eddie McCreadie bisa ditanduk oleh Hutchinson ke Houseman. Kemudian Houseman melepaskan sepakan dari luar kotak penalti yang tak bisa diantisipasi dengan baik oleh kiper timnas Wales, Gary Sparke.
Leeds kemudian kembali unggul dan pertandingan mulai memasuki 10 menit terakhir. Pada menit ke-86, Chelsea menerima tendangan bebas di sisi kiri. Gelandang Chelsea, Johnny Hollins mengambil tendangan bebas dan mengirim bola ke kotak penalti Leeds. Dengan keberaniannya, Hutchinson berhasil menanduk bola ke gawang Leeds dan menyelamatkan Chelsea dari kekalahan.
Sesuai peraturan ketika itu, hasil imbang menciptakan laga replay akan dilangsungkan. Dua ahad kemudian, laga tersebut dimainkan di stadion Manchester United, Old Trafford. Chelsea awalnya tertinggal dahulu sebelum tandukan Osgood berhasil menyamakan kedudukan. Skor imbang menciptakan pertandingan berlanjut sampai perpanjangan waktu.
Pada babak perpanjangan waktu, Hutchinson melepaskan lemparan ke dalam yang menciptakan panik pemain Leeds. David Webb kesannya bisa memaksimalkan kondisi tersebut dan menciptakan Chelsea unggul 2-1. Skor tersebut berhasil dipertahankan sampai peluit panjang dibunyikan dan Chelsea sukses merengkuh gelar FA Cup pertamanya sehabis kalah di dua final tahun 1915 dan 1967.
Sejak itu, Hutchinson dikenal sebagai satria dalam kesuksesan Chelsea di FA Cup ekspresi dominan itu. Bukan hanya menciptakan fans terkesima, namun rekannya pun banyak memujinya berkat keberanian yang ia perlihatkan di setiap pertandingan.
“Dia mengasihi sepakbola dan secara khusus, Chelsea. Kami sangat tajam ketika bermain bersama. Dia yaitu pemain besar yang berani yang mengerjakan semua pekerjaan biasa. Pada tahun kami memenangkan FA Cup, saya kira kami mencetak 60 gol,” tutur Osgood yang merasa kehilangan ketika Hutchinson meninggal dunia.
“Jika terdapat bola di bersahabat garis, ia akan mengejarnya dengan berani. Dia akan maju ketika pemain lain ketakutan. Dia yaitu pemain yang menunjukkan 110%,” ungkap kapten Chelsea pada ketika itu, Ron Harris.

Sayangnya, duet selesai hidup dengan Osgood tak sanggup terulang dengan baik kaena Hutchinson mengalami problem pada lututnya. Total ia menjalani 13 kali perawatan lutut dan selalu memakai obat penghilang sakit. Hutchinson meninggalkan Chelsea pada tahun 1976 sehabis menceatatkan 58 gol dari 144 penampilan. Hutchinson meninggal dunia pada 19 September 2002 ketika ia berusia 54 tahun.