Terkini [On This Day] Final Dongeng Romelu Lukaku Bersama Chelsea

Posted on

Sekitar tahun 2011, sebuah kelas di sekolah berjulukan Sint-Guido Instituut mengadakan kunjungan ke London. Sekolah yang bertempat di Anderlecht itu mengunjungi sejumlah daerah populer di ibukota Inggris, termasuk Stamford Bridge.

Seorang cowok terlihat terpana melihat isi stadion. “Beri saya bola dan saya akan bermain disini untuk lima jam,” ujar cowok itu. Ia bahkan hingga tertinggal rombongan saking terpananya. “Kamu bisa bermimpi lagi nanti,” kata seorang guru sembari menyuruh cowok itu menyusul temannya. “Ini bukan mimpi. Saya akan mewujudkannya. Suatu hari saya kaan bermain disini,” jawab cowok yang berjulukan Romelu Lukaku itu.
Dua tahun berselang ia benar-benar menjadi pemain. Harapan fans Chelsea muncul pada cowok Belgia yang berpostur hampir 190 cm ketika umurnya masih 18 tahun itu. Sosok Fernando Torres kala itu dianggap tak cukup baik untuk menjadi penerus Didier Drogba. Meski begitu, keraguan juga muncul alasannya yaitu Romelu Lukaku masih sangat muda dikala itu dan dipercaya akan kesulitan menghadapi tekanan besar yang tertuju pada setiap pemain klub raksasa.
Lukaku dikala itu dilabeli sebagai pemain potensial dengan raihan 41 gol dari 98 pertandingannya bersama Anderlecht. Dilansir dari Transfermarkt, nilai transfer Lukaku mencapai 15 juta euro dikala itu. Bukan uang yang banyak bagi klub dengan kekuatan finansial ibarat Chelsea namun bukan harga yang murah bagi pemain berusia 18 tahun. Namun Andre Villas-Boas berani mengambil resiko tersebut.
Sayangnya, Villas-Boas tak bisa mengorbitkan Lukaku dengan baik. Ia lebih menentukan pemain yang lebih senior ibarat Drogba, Torres, Nicholas Anelka, hingga Daniel Sturridge. Hal ini menciptakan Lukaku hanya tampil sebanyak 12 kali pada animo tersebut dengan hanya empat di antaranya di mana ia bermain semenjak menit awal. Hal ini menciptakan Lukaku putus asa dan murka besar pada Villas-Boas. Akhirnya ia dipinjamkan ke West Bromwich Albion semusim setelahnya.
“Ada satu orang yang tidak akan pernah saya maafkan atas apa yang ia lakukan kepada saya, instruktur sebelum ini. Tidak hanya itu (karena tidak memberi kesempatan). Tapi juga alasannya yaitu cara ia berbicara dan perlakuan dia,” ujar Lukaku dikala ia menjalani masa peminjaman bersama West Brom.
“Dari awal, semuanya aneh. Saya tidak berpengaruh dengan cara ia memperlakukan saya. Saya tidak diberi alasan. Di sesi latihan, ia memposisikan saya di sayap kiri atau kanan. Saya benar-benar tidak berguru apapun,” tambahnya.
Lukaku kembali ke Chelsea sehabis mencetak 17 gol dari total 38 pertandingan bersama West Brom, catatan yang apik mengingat umurnya yang gres mencapai 19 tahun dan kualitas rekannya yang tidak terlalu baik. Jose Mourinho kembali ke Chelsea dan Lukaku awalnya sempat diproyeksikan akan bermain di Chelsea.
Mourinho memainkan Lukaku pada pertandingan pertama dan ketiga Premier League animo 2013-2014 meski hanya sebagai pemain pengganti. Ia juga tampil pada pertandingan UEFA Super Cup melawan Bayern Munich. Lukaku tak bisa berbuat banyak. Ia bahkan menjadi peneybab kekalahan Chelsea sehabis tendangan penaltinya tidak menghasilkan gol pada babak laga penalti.
Kondisi tersebut memperburuk situasi Lukaku dikala itu. Dua hari sebelum pertandingan melawan Bayern, Mourinho mendatangkan striker andalannya ketika ia menukangi Inter Milan, Samuel Eto’o. Mudah Chelsea mempunyai empat striker untuk memperebutkan satu daerah di denah 4-2-3-1 yang diterapkan Mourinho. Kondisi tersebut menciptakan Mourinho mempersilakan Demba Ba atau Lukaku untuk keluar dengan status pinjaman. West Brom bergerak cepat untuk kembali mendapat Lukaku namun karenanya Everton yang berhasil mengamankan Lukaku.
Bersama Everton, Lukaku terus berkembang. Ia mencetak 16 gol dari 33 pertandingan bersama The Tofees. Pertanyannnya yaitu apakah ia akan bermain untuk Chelsea atau kembali dipinjamkan pada animo 2014-2015. Mourinho menyatakan bahwa Lukaku sesungguhnya ingin bermain untuk Chelsea tapi ia ingin bermain sebagai striker utama. Hal tersebut akan sulit direalisasikan melihat Chelsea telah mendatangkan Diego Costa dari Atletico Madrid.

Everton karenanya tiba dengan proposal 35 juta euro dan Chelsea menyepakatinya. “Dia ingin bermain untuk Chelsea tapi ingin menjadi striker utama. Hal tersebut sangat sulit untuk dijanjikan. Everton memberi proposal penting dan Financial Fair Play yaitu hal yang selalu dipikirkan oleh petinggi klub,” ujar manajer asal Portugal itu. Tepat tiga tahun kemudian (30/7/2014), berakhir sudah ceritaLukaku bersama Chelsea seiring dengan diresmikannya pemain Antwerp itu oleh Everton.