Terkini Mengungkap Alasan Kegagalan Chelsea Dalam Mendatangkan Barkley Dan Chamberlain

Posted on
Kegagalan dan kesuksesan sangat masuk akal ditemui dalam kehidupan. Begitu pula dengan sepakbola, khususnya di acara transfer sebuah klub. Tidak semua sasaran karenanya mendarat dan klub sanggup terus berjalan sesuai rencana awal. Kegagalan niscaya akan selalu ada. Chelsea pun mengalami sejumlah kegagalan dalam mendatangkan pemain pada bursa transfer demam isu panas 2017 ini.
Setelah gagal mendapatkan Romelu Lukaku dan Leonardo Bonucci di awal bursa transfer, Chelsea kembali mengalami kegagalan pada simpulan bursa transfer. Alex-Oxlade Chamberlain dan Ross Barkley, dua pemain yang diincar Chelsea karenanya gagal didaratkan ke Stamford Bridge.
Alex-Oxlade Chamberlain
Kasus Chamberlain mengambarkan bahwa uang bukanlah segalanya. Kontraknya di Arsenal tersisa semusim dan ia mendapat honor sebesar 65 ribu paun per pekan. Arsene Wenger mengungkapkan bahwa Chamberlain yaitu pemain yang diproyeksikan sebagai bintang masa depan Arsenal. Manajer asal Prancis itu ingin Chamberlain segera menandatangani kontrak gres sebesar 185 ribu paun per pekan yang ditawarkan oleh Arsenal.
Namun Chamberlain menolaknya. Sejak Wenger memakai deretan 3-4-3, Chamberlain kerap dipasang sebagai wingback kanan. Padahal, ia menginginkan posisi gelandang tengah menyerupai idolanya, Steven Gerrard. Sementara itu, posisi gelandang tengah akan sangat sulit ditembus Chamberlain melihat ada pemain lain menyerupai Aaron Ramsey, Granit Xhaka, dan Mohamed Elneny.
Kondisi tersebut sempat dimanfaatkan oleh Chelsea dengan mengajukan anjuran sebesar 35 juta paun. Arsenal yang tidak ingin kehilangan Chamberlain begitu saja, menyetujui anjuran tersebut. Chelsea hanya tinggal memenuhi kesepakatan eksklusif bersama Chamberlain.
Sekali lagi, honor tidak mensugesti Chamberlain. Chelsea menyampaikan honor sebesar 150 ribu paun tapi Chamberlain tidak serta-merta menerimanya. Eks pemain Southampton itu merasa Antonio Conte tidak sanggup menjanjikan daerah utama di Chelsea. Chamberlain juga kemungkinan besar akan kembali bermain di posisi wingback kanan, menjadi pelapis Victor Moses.
Kondisi yang tidak menentu antara Chelsea dan Chamberlain tersebut dimanfaatkan oleh Liverpool yang tertarik mendatangkan pemain berusia 24 tahun itu. Liverpool tiba dengan anjuran yang sama dan honor yang lebih kecil, 120 ribu paun per pekan namun Jurgen Klopp berniat memainkan Chamberlain di posisi gelandang tengah bersama Jordan Henderson, Emre Can, Adam Lallana, dan Georginio Wijnaldum. Chamberlain karenanya setuju dan tetapkan Anfield sebagai rumah barunya.
Ross Barkley
Sementara itu, kasus Barkley mengingatkan kita bahwa media tidak sepenuhnya mengetahui apa yang bahwasanya terjadi. Chelsea dikabarkan tertarik mendatangkan Barkley dan anjuran 35 juta paun diterima oleh Everton.
Kabarnya, Barkley telah menjalani tes medis dengan Chelsea namun ia karenanya melaksanakan u-turn dengan menggagalkan semua proses transfer yang sudah dijalani. Media sendiri bahwasanya memilki bukti yang cukup berpengaruh dengan menyampaikan Barkley sudah melaksanakan tes medis. Farhad Moshiri, pemegang saham terbesar Everton, mengungkapkan bahwa Barkley mengubah keputusan sehabis menjalani tes medis.
“Kedua klub menyetujui kesepakatan 35 juta dan saya rasa kesepakatan personal sudah dicapai. Setelah tes medis yang kami dengar dari Paul Martin, distributor Ross Barkley, ia (Barkley) berpikir ulang dan ingin mempertimbangkan posisinya (di Everton) sampai Januari. Ia cedera jadi secara teknis ia masih bersama kami. Ia masih mempunyai kontrak satu tahun. Ini kejutan besar tapi itulah sepakbola,” ujar Moshiri.
Namun, semua transfer saga Barkley gres benar-benar sanggup dipastikan kebenarannya kala Barkley sendiri yang menciptakan pernyataan. Dari akun Twitter-nya, Barkley mengungkapkan bahwa kejadian yang sesungguhnya berbeda dengan apa yang dikatakan media.
“Berbeda dengan laporan dari media, saya tidak menjalani tes medis bersama klub apa pun dalam waktu kapan pun,” tutur Barkley.
“Saya mengambil keputusan itu hanya sebab cedera saya, akan lebih baik jikalau saya mengambil keputusan terkait masa depan saya dan mempertimbangkan semua opsi saya pada Januari saat saya sudah pulih. Terima kasih untuk semua dukungannya,” tambahnya.

Kasus Barkley menciptakan kita seharusnya tidak benar-benar percaya apa yang dikatakan media besar sekalipun. Pernyataan akan lebih valid jikalau pihak yang bersangkutan sudah memberi pernyataan resmi. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan ada hal yang ditutupi oleh pihak yang bersangkutan tersebut. Banyak kemungkinan yang sanggup terjadi.
*
Apa pun alasan kegagalan Chelsea mendatangkan Barkley dan Chamberlain, Chelsea tetap harus menatap demam isu 2017/18 dengan pemain yang tersedia. Conte juga mengungkapkan bahwa dirinya akan tetap berkomitmen untuk memimpin Chelsea meskipun transfer targetnya gagal didatangkan. Jadi, tidak perlu khawatir akan kegagalan Chelsea pada bursa transfer kemarin. Percayakan demam isu ini pada Antonio Conte.