Terkini Mengenal Lebih Dalam Antonio Candreva, Sayap Tradisional Incaran Chelsea

Posted on

Meski telah mendatangkan empat pemain baru, Antonio Conte masih bersikeras untuk membawa nama-nama gres untuk memperkuat Chelsea ekspresi dominan depan. Partisipasi di Liga Champions tentu akan memberi perubahan bagi ekspresi dominan Chelsea berupa agenda yang lebih padat. Conte pun tentu ingin terus memperkokoh kedalaman skuat yang ia miliki.


Salah satu yang menjadi perhatian yaitu posisi bek sayap. Alex Sandro dan Danilo sempat dikabarkan menjadi incaran, namun Danilo berlabuh ke Manchester City dan proses transfer Alex Sandro tak kunjung usai. Belakangan ini, Chelsea juga dikabarkan tengah mengincar pemain-pemain versatile, pemain yang bisa bermain di banyak sekali posisi. Setelah Alex-Oxlade Chamberlain, sekarang giliran Antonio Candreva yang diisukan akan mengenakan seragam biru Chelsea.

Pemain sayap asal Italia itu menjadi andalan Inter Milan ekspresi dominan lalu. Ia tampil dalam setiap tubruk Serie A dengan catatan 36 tubruk sebagai starter dan dua pertandingan dari dingklik cadangan. Kontribusinya pun tak sanggup dipandang sebelah mata. Candreva mencetak delapan gol dan 11 asis dari total 45 tubruk yang ia mainkan di semua kompetisi.

Candreva dipercaya akan menjadi kompetitor bagi Pedro di posisi wide forward dan Victor Moses di posisi bek sayap. Namun ia juga bisa dimainkan di sektor kiri atau bahkan sebagai second striker. Kemampuan bermain di banyak posisi ini menciptakan Conte mempunyai pemain pelapis yang ideal.

Pemain berusia 30 tahun itu bertipe pemain sayap tradisional. Ia bermain di sayap kanan dengan kaki kanan sebagai kaki terkuat. Hal ini menciptakan ia bermain cenderung melebar, bukan melaksanakan cut inside. Candreva mempunyai kemampuan dribel dan skill individu yang mumpuni sehingga ia tidak kesulitan melewati lawan dalam posisi satu lawan satu. Candreva mencetak 1,3 dribel per pertandingan sepanjang ekspresi dominan lalu.

Selain dribel, Candreva juga mempunyai beberapa kelebihan lainnya yang menciptakan ia ibarat pemain sayap yang lengkap. Ia mempunyai visi yang baik, buktinya ia bisa menciptakan 2,2 umpan kunci per pertandingan, hanya kalah dari Eden Hazard (2,4) kalau dibandingkan dengan punggawa Chelsea. Ia juga sanggup mendistribusikan bola dengan baik dan bisa menciptakan keputusan yang tepat.

Umpan silang juga menjadi hal yang sanggup ditawarkan Candreva untuk Conte. Setelah bermain melebar dan mengalahkan lawan dalam duel satu lawan satu, Candreva kerap melepaskan umpan silang berbahaya yang berbuah lima asis dari total 11 asis yang ia cetak. Hal ini akan menjadi senjata mematikan Chelsea melihat sosok Alvaro Morata sebagai striker yang bisa menempatkan posisi dengan baik.

Ia juga mempunyai fisik, stamina, dan kerja keras yang baik. Beberapa hal tersebut yaitu hal yang wajib dimiliki oleh pemain di Premier League, ditambah dengan sosok Conte yang menginginkan pemainnya selalu bekerja keras. Ia juga mempunyai pengalaman yang baik di klub maupun tim nasional. Pemain berpostur 180 cm itu mengemas 47 penampilan dan enam gol untuk Gli Azzurri.

Namun, bantuan Candreva dalam aspek pertahanan masih kurang. Hal tersebut disebabkan oleh kiprahnya sebagai sayap menyerang. Tampaknya hal ini harus benar-benar diperhatikan oleh Conte kalau ia ditempatkan sebagai bek sayap. Tapi yang perlu diketahui, Moses pun dulu tak bisa berkontribusi banyak dalam pertahanan. Berkat proteksi Conte, ia menjadi bek sayap yang ideal dikala ini.

Sama halnya kalau Candreva bermain sebagai wide forward. Candreva perlu mengikuti keadaan untuk bermain sebagai penyerang lubang. Mencari ruang kosong dan mengacak-ngacak pertahanan lawan. Sejauh ini, ia cenderung melebar kalau mendapat bola. Bermain sebagai wide forward, Candreva juga harus arif beroperasi di sektor tengah dan kedua sisi lapangan.

Beberapa hari yang lalu, media sepakbola ternama asal Italia, Carciomercato menyatakan bahwa Candreva sangat mungkin hengkang dari Giuseppe Meazza. Pasalnya, Luciano Spalletti kurang menyukai gaya bermain Candreva yang cenderung melebar. Selain itu, penjualan Candreva juga bisa menciptakan ia sanggup mempertahankan sayap yang lebih ia sukai, Ivan Perisic.

Hal ini menciptakan Chelsea berpeluang besar untuk mendapat Candreva yang diperkirakan sanggup ditebus tak lebih dari 20 juta paun. Namun, Conte menolak untuk berkomentar ketika ditanya mengenai Candreva. “Tidak benar untuk berbicara pemain dari tim lain. Meskipun aya tahu periode ini yaitu periode bursa transfer. Candreva yaitu pemain Inter dan aku mempunyai respek tinggi terhadapnya, timnya, dan juga pemain saya,” ujar manajer berusia 47 tahun itu.