Terkini Mengapa Chelsea Minta Fans Tidak Lagi Menyanyikan Chant Morata?

Posted on
Gol pembuka yang dicetak oleh Alvaro Morata tentu saja menciptakan fans Chelsea bersorak. Tandukan kepala pemain asal Spanyol itu lagi-lagi sukses menggetarkan jala gawang lawan. Morata sukses mencetak tiga gol dari empat pertandingan Premier League.
Hal ini menciptakan fans Chelsea sontak menyanyikan sebuah chant untuk striker barunya itu. Namun, chant tersebut ternyata mengandung unsur-unsur antisemitisme, suatu sikap permusuhan dan kebencian terhadap kaum Yahudi.
Alvaro, Alvaro. He comes from Madrid, he hates the f***ing Yids

Chant tersebut ditujukan kepada fans Tottenham yang memang mempunyai komunitas Yahudi. Fans Chelsea sendiri memang kerap memasukkan unsur kebencian terhadap Tottenham dalam beberapa chant menyerupai chant Willian dan Matthew Harding’s Blue Army. Video antisemitisme juga tersebar usai pertandingan semi simpulan FA Cup demam isu kemudian melawan Tottenham.
Hal ini tentu tidak sanggup dibiarkan. Melalui kepala bidang komunikasi, Steve Adkins, pihak administrasi klub mengimbau para fans untuk menghentikan chant tersebut. Sepakbola memang sudah seharusnya higienis dari unsur-unsur rasis menyerupai itu. Jika tidak dihentikan, kondisi sangat mungkin akan memburuk ditambah dengan status Roman Abramovich sebagai ketua komunitas Yahudi di Rusia.
“Saya pikir Antonio (Conte) tidak menyadari nyanyian itu jadi saya yang akan berbicara dari pihak klub. Pemain dan klub mengapresiasi semangat fans yang menonton pertandingan tandang, tentu saja. Tapi bahasa yang terdapat pada lagu itu tidak sanggup diterima sama sekali,” ujar Atkins.
“Kami sudah berbicara dengan Alvaro (Morata) sesudah pertandingan dan beliau tidak ingin bekerjasama dengan lagu menyerupai itu dan baik pemain maupun klub meminta fans untuk berhenti menyanyikan lagu itu,” tambahnya.
Morata juga tak haya diam. Ia menegaskan kembali himbauan itu biar para fans tidak mengulangi nyanyian itu. Eks pemain Real Madrid itu memberi pernyataan lewat akun Twitter pribadinya.

“Sejak saya datang, saya sanggup mencicipi pemberian kalian setiap haru, kalian luar biasa dan saya meminta kalian untuk memberi respek ke semua orang,” ungkap Morata.
Sebuah tubuh yang bergerak untuk membasmi rasisme di sepakbola, Kick It Out, mendukung keputusan Chelsea untuk melawan fans yang bersikap menyerupai itu. Kick It Out menyebut sikap itu hanya untuk menyenangkan diri sendiri namun menyakitkan orang lain.
“Kick It Out menyadari adanya unsur antisemitisme yang dinyanyikan oleh fans Chelsea pada sabung Premier League melawan Leicester City. Tidak ada daerah untuk nyanyian menjijikan pada pertandingan sepakbola dan juga di kehidupan sosial.”
“Kick It Out mendapatkan penryataan dari Chelsea FC, meratapi nyanyian tersebut dan meminta seluruh fans untuk berhenti menyanyikan nyanyian itu. Organisasi ini berharap Chelsea FC memberi eksekusi bagi fans yang teridentifikasi menyenangkan dirinya dengan cara yang bergairah dan berharap polisi mengambil tindakan melawan pelaku.”
Sepakbola memang kerap menjadi ajang untuk menyalurkan sikap yang tidak terpuji tersebut. Namun, hal itu tentu saja perlu disingkirkan. Tindakan yang diambil pihak klub dan Morata sudah mengatakan sikap anti rasisme. Semoga saja oknum-oknum tersebut sadar dan tidak mengulangi lagi sikap itu.