Terkini Menanti Duet Simpulan Hidup N’golo Kante Dan Danny Drinkwater

Posted on
Danny Drinkwater resmi berseragam Chelsea usai menyelesaikan transfer senilai 35 juta paun dari Leicester City. Drinkwater akan memperkuat lini tengah Chelsea yang ditinggalkan Nemanja Matic ke Manchester United. Statusnya sebagai pemain homegrown juga akan membantu Chelsea dalam pemenuhan regulasi kompetisi.
Meski namanya tidak setenar gelandang Inggris ibarat Jordan Henderson atau Eric Dier, namun Drinkwater menjadi salah satu pemain penting yang sukses membawa Leicester menjuarai Premier League animo 2015/16. Drinkwater perlahan diincar oleh klub papan atas Inggris dan mulai bermain untuk timnas Inggris.
Melirik kesuksesannya bersama Leicester, dia berkontribusi besar dalam kokohnya lini tengah Leicester yang juga diperkuat oleh punggawa Chelsea ketika ini, N’golo Kante. Kini, keduanya bermain di Chelsea dan duet Kante dan Drinkwater di lini tengah akan kembali terlihat.
Duet Kante dan Drinkwater untuk Leicester tak sanggup dipungkiri menjadi salah satu kunci Leicester dalam kesuksesannya animo 2015/16. Determinasi tinggi dan kemampuan fisik kedua pemain menciptakan Leicester sulit ditembus. Kala Kante lebih fokus pada pertahanan, Drinkwater bisa membantu serangan dengan baik. Drinkwater bisa mencetak dua gol dan tujuh asis pada animo itu.
Kombinasi kedua pemain itu memperlihatkan 7,7 tekel per pertandingan untuk Leicester. Baik Kante maupun Drinkwater, keduanya memang bisa merebut bola dengan cepat dari lawan. Selain itu, mereka juga mencatatkan 5,8 intersep per laga. Dari segi pertahanan, Kante memang luar biasa pada animo 2015/16.
Dari aspek serangan, keduanya juga bisa berkontribusi dengan baik meski kunci serangan Leicester animo 2015/16 yaitu Riyad Mahrez dan Jamie Vardy. Kante dan Drinkwater menciptakan tiga gol dan 11 asis. Mereka juga bisa mengancam gawang lawan dengan 1,8 sepakan per sabung dan 2,1 umpan kunci per pertandingan.
Dalam gugusan 4-4-2 yang diusung Claudio Ranieri, Kante dan Drinkwater bisa menjadi duo di lini tengah Leicester dengan baik. Mereka sangat berpengaruh dalam pertahanan dan masih bisa berkontribusi dari segi penyerangan. Jika dirata-rata, rating kedua pemain itu mencapai 7,45 dari Whoscored.
Jika dibandingkan dengan duet Kante dan Matic animo kemudian yang sama-sama bisa menghasilkan gelar, duet Kante dan Drinkwater memang lebih impresif secara statistik. Dari segi pertahanan, Kante dan Matic hanya menciptakan 5,1 tekel per pertandingan dan 3,9 intersep per pertandingan.
Sementara itu, Kante dan Drinkwater juga menungguli Kante dan Matic dari aspek penyerangan. Kante dan Matic hanya menciptakan dua gol dan tujuh asis. Ancaman terhadap lawan pun tidak benar-benar membahayakan. Catatan 1,4 tembakan per sabung dan 1,3 umpan kunci per sabung masih kalah dari duet Kante dan Drinwkater.
Tapi, tantangannya tentu tidak mudah. Jika Kante kemungkinan besar akan menjadi andalan Antonio Conte di lini tengah Chelsea animo ini, Drinkwater belum tentu. Ia harus bersaing dengan gelandang yang juga gres didatangkan Chelsea, Timeoue Bakayoko, dan gelandang kreatif asal Spanyol, Cesc Fabregas. Namun, agenda padat Chelsea tentu akan menciptakan Conte merotasi pemainnya. Drinkwater masih mempunyai impian untuk bermain di sebagai pemain utama dan mengulang duet mautnya dengan Kante.
Drinkwater sendiri menyatakan bahwa dia antusias untuk kembali bermain bersama Kante. “Saya bermain bersama N’golo untuk satu animo dan tidak ada pertandingan yang tidak menciptakan aku nyaman ketika bermain bersamanya,” ungkap pemain berusia 27 tahun itu.
“Saya antusias dan berharap kami sanggup mengulang performa apik itu. Saya rasa kami pribadi nyetel semenjak sabung pertama dan sehabis itu kami tidak benar-benar mencicipi kekalahan. Dia yaitu pemain top, sosok paling rendah hati yang pernah Anda temui. Saya tidak melihat dia berubah terlalu banyak dan aku antusias untuk bertemu dengannya lagi,” tambahnya.
Perginya Matic memang menciptakan Conte kehilangan pasangan untuk Kante di lini tengah. Tapi, kedatangan Bakayoko dan Drinkwater memberi impian baru. Meski harus bersaing dengan Bakayoko, namun pemain kelahiran Manchester itu masih mempunyai peluang besar untuk bermain bersama Kante di lini tengah Chelsea. Bakayoko belum bermain secara reguler sehingga Conte belum benar-benar melihat performa maksimalnya. Sementara itu, Fabregas bukan tipe pemain yang diutamakan oleh Conte di lini tengah. Kita nantikan saja apakah Kante dan Drinkwater bisa mengulang duet mautnya ibarat di Leicester animo 2015/16.