Terkini Memahami Pentingnya Kedalaman Skuat Untuk Chelsea

Posted on
Menjelang ditutupnya bursa transfer demam isu panas, banyak sekali klub kembali bergegas untuk mendatangkan pemain gres usai menjalani beberapa pertandingan di kompetisi liga. Premier League sudah memasuki pekan ketiga dan sejumlah klub melaksanakan penilaian dan kembali mencari amunisi tambahan. Chelsea sementara bertengger di posisi enam klasmen sesudah sukses mengalahkan Everton pada Minggu (27/8) lalu.
Begitu pula dengan Chelsea. Antonio Conte dikabarkan menginginkan beberapa pemain tambahan. Kabarnya, ada tiga pemain yang masuk dalam radar Chelsea. Alex-Oxlade Chamberlain, Ross Barkley, dan Danny Drinkwater dikabarkan terus didekati oleh Chelsea.
Mungkin tidak sedikit yang mempertanyakan impian Conte untuk terus menambah pemain. Meski ditinggal pemain utama ibarat Nemanja Matic dan Diego Costa yang juga berkemungkinan besar hengkang, namun Chelsea sudah mempunyai penggantinya dalam diri Timeoue Bakayoko dan Alvaro Morata. Kedua pemain itu juga tampil cukup apik dalam beberapa langgar yang dimainkan. Lalu, apa yang bergotong-royong diinginkan Conte?
Kedalaman skuat, hal tersebut menjadi alasan utama Conte masih keukeuh menambah pemain. Kedalaman skuat sanggup diartikan sebagai kekuatan skuat secara keseluruhan, bukan hanya tim utama. Jadi, tim yang mempunyai kedalam skuat yang baik ialah tim yang mempunyai pelapis tim utama yang baik pula.
Permasalahan tersebut terlihat dalam skuat Chelsea kala menghadapi Burnley. Eden Hazard dan Pedro mengalami cedera sehingga Conte hanya mempunyai Willian untuk posisi wide forward. Akhirnya Conte menentukan Jeremie Boga sebagai wide forward meski ia belum mempunyai pengalaman. Conte juga mempunyai duduk masalah dalam posisi bek sayap. Victor Moses mengalami larangan bermain dan hasilnya Cesar Azpilicueta dipasang sebagai bek sayap kanan. Sementara itu, Antonio Rudiger bermain sebagai bek tengah bersama Gary Cahill dan David Luiz.
Masalahnya tak hanya di tim utama, tapi juga di dingklik cadangan. Conte hanya mempunyai Alvaro Morata dan Andreas Christensen sebagai cadangan yang sanggup diandalkan. Tiga posisi dingklik cadangan diisi oleh pemain yang kurang berpengalaman ibarat Charly Musonda, Fikayo Timori, dan Kyle Scott. Sementara itu, dua lagi ditempati oleh kiper cadangan, Willy Caballero dan pemain yang terkena duduk masalah dengan publik Cina, Kenedy. Bakayoko masih belum sanggup dilibatkan dalam pertandingan dikala itu.
Meski hasilnya kalah, tapi sanggup dikatakan Chelsea mengalami duduk masalah tersebut di awal demam isu dan hanya bertemu Burnley. Jika saja duduk masalah tersebut terjadi di tengah demam isu ketika Liga Champions mulai bergulir, Conte tentu harus memutar otak untuk mengakali duduk masalah ini.
Kedalaman skuat penting untuk diperkuat. Satu demam isu sepakbola ialah waktu yang panjang dan segala hal sanggup terjadi. Manajer harus memikirkan skenario terburuk ibarat cederanya pemain atau larangan bermain yang didapat pemain. Musim lalu, Manchester United bergotong-royong mempunyai kedalaman skuat yang tidak buruk. Tapi sialnya, mereka harus kehilangan sampai tujuh pemain dan menciptakan Jose Mourinho frustasi.
Kedalaman skuat tak hanya berperan dalam menciptakan kekuatan tim tidak jauh menurun ketika beberapa pemain cedera, tapi juga menciptakan manajer sanggup melaksanakan rotasi guna menjaga stamina pemain utama. Misalnya bila Chelsea harus bertanding melawan Manchester City pada hari Minggu, kemudian tampil dalam ajang Liga Champions melawan tim yang di atas kertas di bawah Chelsea, kemudian Chelsea harus menghadapi Liverpool pada hari Minggu selanjutnya. Conte tentu saja harus melaksanakan rotasi guna menjaga pemain utama tetap segar ketika menghadapi lawan yang berat.
Anggap saja Chelsea bermain dengan pemain utama pada langgar melawan Manchester City dan Liverpool. Sementara itu, pertandingan di Liga Champions diberikan kepada pemain pelapis. Tapi bila kedalaman skuat kurang baik dan pemain pelapis kurang memadai, Chelsea sanggup kalah di Liga Champions dan moral tim pun menurun. Kasus tersebut ialah salah satu bukti betapa pentingnya kedalaman skuat.
Jika melihat kesuksesan Zinedine Zidane bersama Real Madrid demam isu lalu, tak sanggup dipungkiri bahwa kedalaman skuat mempunyai tugas yang penting. Zidane masih mempunyai pemain hebat ibarat James Rodriguez, Isco, Marco Asensio, Alvaro Morata, dan Pepe di dingklik cadangan. Kedalaman skuat yang dimiliki Madrid jauh lebih dari cukup dan itu menjadi salah satu faktor penting kesuksesan mereka meraih gelar La Liga dan Liga Champions.
Chelsea perlu berbenah untuk memperkuat kedalaman skuat semoga sanggup berkompetisi di beberapa kompetisi yang diikuti. Permasalahan yang  harus dihadapi Conte ialah pada posisi bek sayap dan wide forward. Conte hanya mempunyai Alonso dan Moses yang benar-benar sanggup dipercaya sebagai bek sayap. Azpilicueta bergotong-royong sanggup bermain sebagai bek sayap tapi transformasinya sebagai bek tengah menciptakan ia terlihat jauh lebih nyaman bermain di bek tengah. Rudiger dan Kenedy sanggup dipakai sebagai bek sayap darurat, tapi mereka bukanlah pelapis sepadan Alonso dan Moses.
Pada posisi wide forward, Chelsea hanya mempunyai tiga pemain yang sanggup diandalkan. Sekali lagi, dalam keadaan darurat bergotong-royong Conte sanggup memasang Morata sebagai wide forward seperti pada beberapa pertandingan pra-musim lalu, tapi Morata bukanlah pelapis sepadan Willian, Hazard, dan Pedro untuk posisi tersebut.

Jadi, hal-hal yang diharapkan sebuah tim untuk merengkuh gelar juara bukan hanya mempunyai striker tajam haus gol atau seorang playmaker yang sanggup diandalkan, tapi kedalaman skuat pun diperkuat untuk mengatasi skenario terburuk yang mungkin terjadi. Conte mengerti betul hal tersebut. Semua kembali kepada petinggi klub yang berwenang dalam kegiatan transfer. Namun, Conte menyatakan bahwa dirinya tetap mempunyai janji tinggi meski Chelsea gagal menambah amunisi baru.