Terkini Memahami Apa Yang Dapat Diberikan Bakayoko Untuk Chelsea

Posted on

Timeoue Bakayoko resmi bergabung dengan Chelsea dengan mahar 36 juta paun. Ia ditebus dari AS Monaco yang sukses memutus dominasi Paris Saint-Germain di Ligue 1. Gelandang asal Prancis itu juga menjadi salah satu pemain kunci dalam kesuksesan anak ajar Leonardo Jardim itu.

Bakayoko sempat menemui banyak sekali problem sepanjang karirnya. Mulai dari patah kaki dikala belum genap berusia 14 tahun, sampai perseteruan dengan Jardim yang hampir merusak karirnya. Namun sekarang Bakayoko berkembang dengan pesat dan menjadi salah satu gelandang berkelas di Eropa. Kontribusinya terhadap pencapaian Monaco tak sanggup dibantahkan. Ia tampil 51 kali di semua kompetisi trend lalu. Bakayoko bahkan masuk ke skuat terbaik Liga Champions trend lalu.


Bersama Monaco, Bakayoko mengisi satu tempat di posisi gelandang bersama Fabinho. Keduanya memang bukan pemain bertipe playmaker sebab Jardim memberi tugas tersebut kepada dua pemain sayapnya, Bernardo Silva dan Thomas Lemar. Kedua pemain tersebut kerap mengisi ruang di sektor tengah Monaco dikala mereka sedang menyerang. Sementara itu, posisi sayap diisi oleh kedua bek sayap. Bakayoko sendiri menjadi gelandang penyeimbang bersama Fabinho di lini tengah.


Skema tersebut tampak tak beda jauh dengan sketsa 3-4-3 Antonio Conte yang menjadi senjata utama trend lalu. Marcos Alonso dan Victor Moses melaksanakan overlap yang tinggi dan menciptakan Eden Hazard serta Pedro leluasa untuk mencari ruang. Sementara itu Nemanja Matic dan N’golo Kante fokus memberi keseimbangan bagi tim. Keduanya berkontribusi dalam pertahanan maupun menyerang.


Kemiripan seni administrasi tersebut terperinci akan mempermudah proses pembiasaan Bakayoko bersama Chelsea. Perihal problem lingkungan dan bahasa, Bakayoko mempunyai dua rekan satu negara, Kante dan Kurt Zouma. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal Michy Batshuayi dan keduanya memang sempat berkomunikasi di Twitter.


Selain proses pembiasaan yang tidak terlalu sulit, Chelsea juga diuntungkan dengan tipe bermain Bakayoko yang semakin melengkapi punggawa The Blues di lini tengah. Eks pemain Rennes itu mempunyai fisik yang luar biasa dengan postur 185 cm dan 77 kilogram serta bisa membantu pertahanan dan penyerangan dengan baik.


Dari sektor pertahanan, Bakayoko bisa menciptakan tekel dan intersep dengan baik. Sepanjang trend lalu, ia berhasil mencatatkan 2,4 tekel dan dua intersep per pertandingan dalam ajang Ligue 1 dan Liga Champions. Kedua statistik itu mengungguli Matic yang hanya mencatatkan 1,5 tekel dan 1,4 intersep per pertandingan. Kakinya yang panjang menciptakan ia bisa melaksanakan tekel meski ia tidak terlalu akrab dengan lawan yang memegang bola. Bakayoko berani berduel dan memakai fisiknya untuk merebut bola dari arah belakang lawan.


Selain besar lengan berkuasa dalam duel di darat, ia juga sanggup dipercaya dalam duel udara. Bakayoko memenangkan 66% duel udara di Ligue 1, catatan tersebut mengungguli Matic dengan raihan 60% kemenangan duel udara di Premier League.


Perihal penyerangan, Bakayoko juga kontributif meski tidak eksklusif dalam bentuk gol dan asis. Musim lalu, ia memang hanya mencetak tiga gol dan satu asis di semua kompetisi. Namun dribel yang ia lakukan kala menerima bola dari tempat yang rendah sanggup menciptakan lawan kaget dan tidak siap untuk mendapatkan serangan.


Sepanjang trend lalu, umum dilihat Bakayoko melaksanakan tekel di depan kotak penalti Monaco kemudian berlari melewati dua pemain dengan memanfaatkan kekuatan fisiknya dan kemudian memperlihatkan bola kepada pemain yang mengisi ruang kosong. Bahkan catatan 1,8 dribel per pertandingan yang ia torehkan pun hanya kalah dari Hazard bila dibandingkan dengan punggawa Chelsea.


“Tidak gampang untuk mendeskripsikan diri sendiri tapi saya merasa saya mempunyai teknik yang baik, agresif, saya selalu mencoba merebut bola dan mendistribusikannya dengan baik,” ujar Bakayoko dikala diminda untuk mendeskripsikan dirinya sendiri oleh Chelsea TV.


Kedatangan Bakayoko terperinci akan memperkuat lini tengah Chelsea. Jika Matic hengkang, maka posisi Bakayoko akan menjadi tandem Kante trend depan. Duet gelandang Prancis itu akan menciptakan Chelsea bisa memutus serangan lawan dari tempat yang lebih tinggi. Keduanya sanggup merebut bola sebelum masuk ke tempat pertahanan Chelsea. Bakayoko dan Kante akan menjadi gelandang yang sulit ditembus tim lawan. Bakayoko juga akan melengkapi Kante dari segi duel udara.


Dari aspek penyerangan, Bakayoko juga bisa menjadi senjata diam-diam Chelsea dalam melancarkan serangan balik. Musim lalu, serangan balik Chelsea biasanya dilancarkan oleh kedua bek sayap maupun kedua wide forward. Namun trend depan, Bakayoko juga sangat mungkin melancarkan serangan balik. Ia bisa melaksanakan dribel melewati beberapa pemain dari tempat pertahanan Chelsea sendiri. Bakayoko juga kerap melaksanakan trik memakai tumit untuk mengelabui lawan.


Meski begitu, Bakayoko masih harus memperbaiki pengambilan keputusannya. Ia kadang terlalu memaksakan dirinya untuk melaksanakan dribel atau trik meskipun bergotong-royong ia mempunyai opsi yang lebih baik. Namun, menarik untuk dinanti bagaimana duet Bakayoko dan Kante akan bekerja pada lini tengah Chelsea.