Terkini Memahami Alasan Mengapa Chelsea Kalah Dari Manchester City

Posted on
Meski bermain sebagai tuan rumah, Chelsea tak berdaya kala menjamu Manchester City di Stamford Bridge pada Sabtu (30/9). Pada pekan ketujuh Premier League tersebut, City sukses mencuri tiga poin usai gol tunggal Kevin De Bruyne membawa anak didik Pep Guardiola memenangkan laga.
Antonio Conte kembali menurunkan gugusan 3-5-1-1, namun padatnya agenda pertandingan Chelsea dalam beberapa ahad terakhir membuat Conte harus merotasi pemainnya. Kali ini, giliran Victor Moses yang dicadangkan. Cesar Azpilicueta diplot sebagai bek sayap kanan dan Antonio Rudiger bermain sebagai bek tengah di sektor kanan, posisi utama Azpilicueta.
Di lini tengah dan depan, Conte tidak mengubah susunan pemainnya sesudah sukses mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 2-1 di ajang Liga Champions. Dari susunan pemain tersebut, Conte terlihat ingin membuat fondasi berpengaruh dalam pertahanan dengan risiko bahwa Eden Hazard dan Alvaro Morata harus berusaha keras untuk mengacaukan pertahanan City.
Dicadangkannya Moses ialah bentuk dari antisipasi Conte terhadap sayap City yang semakin baik. Azpilicueta ditugaskan untuk mengantisipasi serangan dari Leroy Sane. Sementara itu, keberadaan tiga gelandang difokuskan untuk membendung serangan cair City yang dimotori oleh De Bruyne dan David Silva.
Sementara itu, Pep tidak mengubah susunan pemainnya, kecuali Sergio Aguero dan Benjamin Mendy yang mengalami cedera. Gabriel Jesus dan Fabian Delph dipasang untuk menggantikan dua pemain utama tersebut.
Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi khas Premier League. Kala Chelsea memegang bola, City menerapkan pressing tinggi yang membuat pemain Chelsea kesulitan membangun serangan. Saat City sukses merebut bola,  permainan transisi cepat membuat Chelsea kewalahan mengantisipasi serangan balik cepat City.
Pressing yang diterapkan Chelsea lebih konservatif dan tidak bergairah menyerupai City. Faktor kelelahan tampak melanda beberapa punggawa The Blues. Transisi cepat yang biasa diterapkan oleh Conte juga tak berjalan maksimal sebab agresivitas tekel dari pemain City.
The Citizens sukses mendominasi langgar dan membuat banyak peluang. Total 17 tembakan berhasil diciptakan, berbeda jauh dengan Chelsea yang hanya bisa membuat empat tembakan. Serangan bertubi-tubi City kesudahannya membuahkan hasil kala combination play De Bruyne dan Gabriel Jesus diakhiri dengan sepakan jarak jauh De Bruyne yang tak bisa dihalau Thibaut Courtois pada menit ke-67.
Chelsea tak bisa merespon dengan baik. Cederanya Alvaro Morata membuat Chelsea kehilangan ujung tombak yang haus gol. Pertahanan konsisten dari City juga menyulitkan Chelsea untuk menyamakan kedudukan. City kesudahannya pulang dengan kemenangan.
Sistem Pertahanan City Menjadi Faktor Penting
Pep benar-benar tidak ingin Chelsea bisa membangun serangan dengan nyaman sehingga strategi pressing tinggi ia terapkan. Tiga pemain depan City menekan tiga bek Chelsea dari tempat yang sangat tinggi, bahkan ketika Courtois mengambil tendangan gawang. Terorganisirnya defensive shape City juga membuat Chelsea tak banyak mempunyai pilihan umpan yang berujung pada umpan lambung ke depan untuk menghindari tercurinya bola di tempat pertahanan Chelsea.
Taktik tersebut terbukti ampuh membuat Chelsea kewalahan untuk membangun serangan dari defensive third. City juga mendapat laba besar dari cederanya Morata dan masuknya Willian sebagai pemain pengganti membuat Chelsea tidak mempunyai pemain yang mumpuni dalam duel udara. Dari 10 umpan Courtois ke tempat pertahanan City, hanya dua yang menemui sasaran.
Selain pressing tinggi, pertahanan City juga didukung dengan performa apik dari empat bek dan gelandang bertahan yang diturunkan Pep. Fernandinho bisa membuat empat tekel, John Stones membuat tiga tekel, dan Delph sukses mencatatkan lima tekel. Kedisiplinan pemain City ketika bertahan juga membuat Chelsea kesulitan mencari ruang. Tak hanya itu, tingginya garis pertahanan City dan jebakan offside yang diterapkan Pep juga membuat serangan Chelsea gagal. Total delapan offside dicatatkan oleh Chelsea.

Penyerangan Chelsea Tak Membuahkan Hasil
Sistem pertahanan yang rapi dari City sukses membuat Chelsea kesulitan dalam membuat peluang. Meski begitu, Chelsea sempat mendapat peluang dari sundulan Morata menyambut umpan silang N’golo Kante, namun sundulan pemain asal Spanyol itu belum menemui sasaran.
Morata juga sempat membahayakan pertahan City sesudah ia sukses melewati Stones. Namun, Morata harus ditarik keluar sebab mengalami cedera hamstring. Willian yang menggantikan Morata tak bisa berbuat banyak. Begitu pula dengan Hazard. Keduanya tak bisa membuat satu pun umpan kunci.
Tidak adanya sosok striker juga membuat Chelsea kebingungan sesudah sukses menembus lini tengah City. Azpilicueta dan Marcos Alonso juga harus berpikir dua kali kalau ingin melepaskan umpan silang dari tempat yang lebih dalam sebab tidak adanya pemain yang mempunyai kualitas sundulan baik. Cesc Fabregas juga tidak bisa membuat umpan jauh akurat yang menjadi ciri khasnya. Masuknya Michy Batshuayi pada menit ke-73 juga tak bisa mengubah keadaan. Striker asal Belgia itu tak bisa membuat satu pun tembakan.
Raheem Sterling dan Leroy Sane yang tetap berada di posisi yang tinggi juga membuat Azpilicueta dan Alonso tidak bisa banyak naik untuk membantu penyerangan. Kecepatan Sane dan Sterling tentu akan membahayakan Chelsea ketika City melaksanakan serangan balik.
Chelsea bekerjsama masih mempunyai impian untuk mencetak gol melalui situasi bola mati. Andreas Christensen mempunyai peluang emas untuk menyamakan kedudukan melalui sundulannya menyambut sepakan bebas Willian di pengujung laga, namun tandukan pemain asal Denmark itu masih jauh dari sasaran.
Serangan Cair City Berkali-kali Mengancam Pertahanan Chelsea
Penampilan City memang patut diacungi jempol. Tak hanya baik dalam bertahan, City juga bisa menyerang dengan baik. Pergerakan liar dari De Bruyne dan Silva bisa merepotkan pertahanan Chelsea. Begitu pula dengan Sane dan Sterling yang kerap merepotkan lini sayap Chelsea.

De Bruyne bisa menjadi pemain drama penting dalam kemenangan City atas Chelsea. Eks punggawa The Blues itu sukses membuat enam umpan kunci. Sepakan jarak jauh yang ia lepaskan juga menghasilkan gol yang menjadi penentu kemenangan City.
*
Secara keseluruhan, Pep mengungguli Conte secara taktik. Begitu pula dengan pemain-pemain City yang berada dalam performa terbaiknya. Stamina punggawa Chelsea yang tidak maksimal juga membuat Chelsea tak sanggup menampilkan penampilan terbaiknya. Conte mempunyai pekerjaan rumah yang cukup banyak untuk membuat Chelsea kembali menjadi pesaing gelar juara Premier League trend ini.