Terkini Melirik Perjalanan Karir Gelandang Lengkap, Timoue Bakayoko

Posted on

Lini tengah Chelsea trend kemudian kerap menjadi sorotan publik alasannya yaitu performa apik dari seorang N’golo Kante yang terus bekerja keras menjaga area krusial tersebut, dan sekarang Chelsea berhasil mendaratkan pemain yang bertipikal sama dengan Kante, pemain itu yaitu Bakayoko yang dibeli dari AS Monaco.

Pemain timnas Prancis itu bukanlah pemain yang abnormal di indera pendengaran para fans, pasalnya Cheslea telah menargetkan Bakayoko semenjak bursa transfer trend panas dibuka berkat performa menawannya ketika membawa Monaco menjadi juara Ligue 1 trend lalu. Namun, pada balasannya Chelsea berhasil mendapat servis Bakayoko, dan akan segera bergabung dengan skuad asuhan Antonio Conte di tur pra-musim sesudah pemulihan dari cedera ringan.


Tiemoué Bakayoko yang lahir 17 Agustus 1994, yaitu pemain sepakbola profesional yang bermain tim nasional Prancis dan Chelsea di trend depan. Ia bermain sebagai gelandang bertahan dan dikenal alasannya yaitu kemampuannya yang bisa memecah umpan silang lawan, serta dianggap mempunyai kemampuan serba bisa alasannya yaitu mempunyai kekuatan fisik berpengaruh dan badan atletis. Manajer timnas Prancis Didier Deschamps pun menggambarkannya sebagai “gelandang yang lengkap.” 


Setelah menderita patah kaki ketika masih sebagai pemain muda, Bakayoko bergabung dengan perguruan sepakbola di Rennes pada usia 13 tahun. Namun, ketika berusia 14 tahun, ia ditolak oleh perguruan Clairfontaine alasannya yaitu beberapa kendala. Karir seniornya dimulai di Rennes dimana ia membuat 24 penampilan utama pada trend 2013-2014. Bakayoko melaksanakan debut di Ligue 1 pada tangal 24 Agustus 2013, ketika Rennes berhadapan melawan Évian TG, ia bermain penuh dalam pertandingan tersebut dan memperoleh kemenangan tandang 2-1.


Setahun kemudian, Bakayoko balasannya bergabung dengan Monaco pada bulan Juli 2014, dengan harga transfer sebesar 7 juta euro. Ia menorehkan debut untuk klub tersebut pada 10 Agustus 2014 dalam pertandingan Ligue 1 ketika Monaco berhadapan dengan Lorient. Namun ia kemudian digantikan oleh striker Valère Germain di menit ke 32 alasannya yaitu Monaco tertinggal 2-1.


Pergantian manajer terjadi sesudah Monaco mengalami trend yang sulit dan pimpinan tim tersebut diambil alih Leonardo Jardim. Bergantinya manajer membuat hubungan tidak mengenakan dengan Bakayoko, dan ia pun sempat menyampaikan kepada publik: “Sejak ketika itu, ada sedikit perbedaan pendapat antara ia (Leonardo Jardim) dan saya,” ujar Bakayoko. 


Setelah debutnya dengan Monaco, Bakayoko tidak pernah melakoni pertandingan lain lagi bersama AS Monaco selama lebih dari dua bulan, dan sisa musimnya pun dirusak oleh cedera yang menimbulkan permainannya menjadi tidak konsisten. Ketegangan antara Bakayoko dan Jardim pun berlanjut sesudah ia merasa putus asa alasannya yaitu Jardim memperlakukan dirinya secara tidak adil.


Namun, di trend selanjutnya ia dibantu oleh mantan pemain internasional Prancis, Claude Makélélé, yang telah ditunjuk sebagai administrator sepakbola untuk AS Monaco pada tahun 2016. Makalele memberitahu wacana bagaimana cara memperbaiki konsistensi dari permainan sepakbolanya, dan tetap menjaga kapabilitas dirinya sendiri di luar lapangan. Bakayoko juga meminta saran dari mantan instruktur mudanya di Rennes, Yannick Menu. 


Dua gelandang Monaco, Jérémy Toulalan dan Mario Pašalić meninggalkan klub pada tahun 2016 dan kemudian Bakayoko mulai menjadi pemain reguler untuk Monaco. Hal tersebut juga menandakan bahwa hasil dari ‘mentoring’ dengan para seniornya pun berhasil. Dalam dua trend pertamanya di klub, Bakayoko sudah berhasil membuat 31 penampilan di Ligue 1, ia pun merupakan starter reguler untuk tim utama di trend 2016/17. 


Lebih apiknya lagi, Bakayoko bisa memperlihatkan bantuan lebih pada kesuksesan Monaco dalam merengkuh gelar Ligue 1, dan ia juga berhasil masuk ke dalam skuad terbaik Liga Champions untuk trend 2016/17. Di trend yang sama, prestasinya kian menanjak, pasalnya ia bisa membuat debut internasional pertamanya untuk Prancis pada Maret 2017. Pada pertandingan melawan Spanyol itu, ia bermain sesudah menggantikan Adrien Rabiot.


Musim depan, perjalanan karir Bakayoko balasannya berlanjut di Inggris, sesudah trend panas ini resmi bergabung dengan Chelsea pada tanggal 15 Juli 2017 lalu. Pemain berusia 22 tahun itu dikontrak lima tahun oleh The Blues dengan biaya kesepakatan transfer mencapai 40 juta paun dari AS Monaco. Duetnya bersama Kante dipercaya akan menjadi kekuatan menyeramkan pada lini tengah Chelsea.