Terkini Luiz Dan Bakayoko Impresif Sebagai Gelandang, Bagaimanana Nasib Fabregas?

Posted on
“Sejujurnya saya lebih memiliih memainkan David (Luiz) sebagai bek tengah. Kami mencoba solusi lain dan terus bekerja. David bisa bermain di posisi yang berbeda dan saya bahagia memeiliki pemain menyerupai ini. Bayangkan jikalau Anda memliki seorang pemain yang memberi tahu Anda bahwa ia hanya ingin bermain di satu posisi,” ujar Antonio Conte pada konferensi pers sebelum pertandingan melawan Tottenham Hotspurs.
Ungkapan tersebut tentu sempat membingungkan banyak sekali pihak sebab ketika Chelsea kekurangan stok gelandang, Conte justru mengisyaratkan bahwa ia belum tentu memainkan David Luiz di posisi gelandang. Cesc Fabregas terkena hukuman dan Timeoue Bakayoko belum benar-benar pulih. Praktis, hanya ada N’golo Kante di posisi gelandang. Atau, ungkapan tersebut memang taktik yang dipakai Conte semoga Mauricio Pochettino tidak mengetahui bahwa risikonya Contejustru menurunkan tiga gelandang sekaligus.
Luiz,Bakayoko, dan Kante bermain sebagai gelandang tengah pada pertandingan yang dihelat di Wembley Stadium itu. Ketiga pemain itu menciptakan pertahanan Chelsea sangat kuar, mereka mencoba merebut bola dari pemain Tottenham secepat mungkin dan beberapa kali menciptakan bacokan dengan dribel ke depan. Mereka juga menutup ruang Tottenham dengan baik. Luiz membeberkan arahan Conte pada pertandingan tersebut.
“Saya mulai bermain di posisi itu (gelandang) pada awal pekan. Manajer mencoba untuk menciptakan rencana terbaik untuk pertandingan ini, kemudian saya mencoba untuk melaksanakan pekerjaan saya,” ungkap pemain asal Brasil itu.
“Untuk berlari! Saya berlari sangat banyak. Saya harus menutup ruang dari pemain ahli menyerupai (Christian) Eriksen dan (Dele) Alli. Mereka selalu bermain baik antar lini dan saya mencoba untuk menutup ruang dan tidak memperlihatkan celah bagi mereka untuk menciptakan peluang,” jawab Luiz ketika ditanya apa pekerjaan yang harus ia lakukan pada pertandingan itu.
Impresifnya performa Luiz dan juga Bakayoko di lini tengah tentu menciptakan Conte lega. Sebelum pertandingan melawan Tottenham, Conte ‘terpaksa’ menduetkan Kante dengan Fabregas, gelandang yang kurang cocok untuk sketsa permainan Conte yang membutuhkan gelandang dengan fisik yang berpengaruh dan kemampuan bertahan yang baik.
Luiz dan Bakayoko terbukti bisa mengambil tugas tersebut. Melihat arahan yang diberikan Conte kepada Luiz, hal tersebut tentu tak sanggup dilakukan Fabregas dengan baik sebab eks gelandang Barcelona memang bukan tipe gelandang yang bisa berlari banyak.
Namun kabar ini bukan menjadi kabar baik bagi Fabregas. Pulihnya Bakayoko tentu akan menciptakan dirinya harus rela duduk di dingklik cadangan. Musim lalu, Bakayoko bisa menciptakan 2,2 tekel per pertandingan, berbeda cukup jauh dengan Fabregas yang hanya mencatatkan satu tekel per pertandingan. Begitu pula dengan intersep, Bakayoko (1,8) kembali unggul jauh dibanding Fabregas (0,6).
Jika sewaktu-waktu Bakayoko cedera, Conte masih mempunyai Luiz yang juga bisa bermain baik di tengah. Pemain berambut keribo itu bisa menciptakan lima tekel dan satu intersep pada pertandingan melawan Tottenham kemarin.
Dari aspek penyerangan, tipe Luiz dan Bakayoko dalam membantu penyerangan tampak lebih cocok dibanding Fabregas melihat posisi striker yang sekarang diisi oleh Alvaro Morata. Kala Chelsea sedang dalam masa transisi aktual (transisi dari bertahan ke menyerang), Luiz dan Bakayoko sanggup mendribel bola dengan cepat untuk melancarkan serangan balik.

David Luiz bisa menjaga pertahanan dengan baik dan menciptakan transisi cepat
Berbeda dengan Fabregas yang cenderung melepaskan umpan jarak jauh kala melaksanakan transisi. Permasalahannya, tidak ada Diego Costa di lini depan yang bisa berlari dengan cepat dan berduel dengan bek lawan. Pada pertandingan melawan Tottenham kemarin, Morata terbukti kurang impresif kala mendapatkan umpan-umpan jarak jauh.
Melihat kondisi ini, nasib Fabregas patut dipertanyakan. Secara garis besar, Fabregas memang tak akan banyak bermain di Chelsea sebab ketidakcocokan cara bermain. Namun, bukan berarti Fabregas benar-benar tak dibutuhkan.
Buktinya yaitu demam isu kemudian ketika ia jarang bermain tapi bisa menciptakan gebrakan kala masuk sebagai pemain pengganti. Tidak selamanya taktik yang diterapkan seorang instruktur akan ampuh di lapangan. Pada suatu saat, bisa saja taktik yang diterapkan Conte dengan menduetkan dua gelandang berpengaruh tidak berjalan dengan baik. Misalnya, pemain lawan banyak menumpuk pemain di lini tengah sehingga Kante dan Bakayoko tak bisa membagikan bola dengan baik dan juga kesulitan untuk menciptakan dribel ke depan.
Pada kondisi tersebut, Fabregas sanggup menjadi jawabannya. Ia bisa melompati tumpukan pemain tengah lawan itu dengan umpan jarak jauhnya yang akurat. Dengan begitu, serangan Chelsea bisa lebih hidup. Namun, Conte juga perlu memikirkan umpan jarak jauh apa yang benar-benar cocok untuk Morata.
Jadi, meski Fabregas tak akan banyak bermain, namun bukan berarti ia tidak dibutuhkan. Memiliki pemain dengan banyak sekali tipe yaitu hal yang penting. Bagaimana seorang instruktur sanggup merubah taktik yang tidak berfungsi dengan baik jikalau ia tidak memliki tipe pemain lain yang cocok untuk taktik lain. Fabregas tetap sanggup menjadi senjata tersembunyi Chelsea guna mempertahankan gelar Premier League.