Terkini Lima Pendekar Pencetak Dua Gol Yang Tidak Terduga

Posted on

Masih terasa mengejutkan ketika Marcos Alonso mencetak dua gol pada pekan lalu, untuk menenggelamkan Tottenham Hotspur di Wembley, dan juga mengantarkan tiga poin pertama ke Stamford Bridge di demam isu ini.

Pemain Spanyol berusia 26 tahun itu bukanlah pencetak gol utama sebelum kedatangannya di Stamford Bridge pada Agustus tahun lalu. Namun, sejak menjadi bek sayap kiri utama, ia telah menyumbangkan sejumlah gol, termasuk dua gol perdana dalam  kemenangan 3-0 atas Leicester pada Januari lalu. Sumbangan dua golnya dalam kemenangan 2-1 atas Spurs di Wembley, akan terus diingat dengan baik oleh penggemar Chelsea untuk beberapa waktu ke depan.

Bukan hanya Alonso, dikutip dari situs resmi Chelsea, berikut rentetan jagoan dua gol yang itdak terduga lainnya.

Eddie Newton

Diposisikan terutama sebagai gelandang sentral untuk sebagian besar karirnya di Chelsea, Eddie Newton tidak mencetak gol terlalu sering. Karena ia hanya mencetak delapan gol dari 165 penampilannya. Namun, ketika Robert Fleck mengalami cedera di White Hart Lane, dalam sebuah pertandingan liga pada Desember 1992, ia dipaksa berperan sebagai striker darurat ketika melawan Tottenham. Newton berhasil mencetak dua gol dalam 14 menit terakhir, dan secara mengejutkan berhasil mengubah umpan silang dari Dennis Wise menjadi sebuah gol, dalam kemenangan selesai 2-1 atas tim asal London utara itu.

Mark Nicholls

Seorang pemain aset dari perguruan Chelsea, Mark Nicholls, yang tidak terlalu diberikan doktrin di Stamford Bridge, sesudah hanya bisa menciptakan 36 penampilan di tim utama. Namun, ia sempat menjadi sorotan dalam pertandingan liga melawan Coventry City pada Januari 1998, ketika ia masuk sebagai pemain pengganti The Blues ketika tertinggal 1-0. Ia mencetak dua gol dalam lima menit. Salah satu gol tersebut dicetaknya ketika mengkonversi sebuah umpan silang dari Graeme Le Saux untuk diubahnya menjadi gol dalam kemenangan selesai 3-1.

John Terry 

Sementara itu, John Terry yaitu andalan di jantung pertahanan Chelsea selama bertahun-tahun, ia juga mencetak sejumlah gol krusial termasuk gol penentu kemenangan ketika melawan Charlton di The Valley pada November 2004. Ia merasa murka sesudah The Blues gagal mendapat penalti di awal babak kedua, namun, kapten Chelsea itu berhasil membawa kemenangan dengan tangannya sendiri. Ia mengkonversi tendangan pojok Damien Duff beberapa detik sesudah penolakkan pinjaman penalti dari wasit. Chelsea akibatnya mengakhiri adu dengan skor telak 4-0 atas Charlton, sesudah sumbangan dua gol Terry membantu tim mengunci kemenangan guna meraup tiga poin dari sangkar lawan.

Branislav Ivanovic 

Setelah bergabung dengan Chelsea pada Januari 2008, Branislav Ivanovic menjadi sosok yang tampaknya agak terlupakan di Stamford Bridge, hingga sebuah malam yang naas di Anfield pada April tahun berikutnya, yang berhasil menciptakan Ivanovic menjadi amunisi utama pertahanan The Blues. Ketika itu Chelsea menghadapi Liverpool pada perempat final Liga Champions. The Reds memimpin lebih dulu. Namun, bek asal Serbia itu mencetak gol secara krusial dua kali berturut-turut di menit ke-39 dan menit ke-62. Ivanovic berhasil berkontribusi dengan memberi Chelsea kemenangan selesai 3-1 atas Liverpool berkat sumbangan dua golnya itu.

Jonathan Walters 

Pemain yang satu ini mempunyai keunikan. Meskipun Jonathan Walters bukan pemain Chelsea, penggemar The Blues dengan bahagia hati mengingat bantuan striker asal Irlandia tersebut ketika Chelsea mengakhiri adu dengan kemenangan telak 4-0 atas Stoke City pada Januari 2014. Walters memberi Chelsea keunggulan sebelum paruh waktu ketika ia salah mengantisipasi umpan silang Cesar Azpilicueta dengan sundulannya yang justru berbelok ke gawangnya sendiri. Walters kemudian memalsukan keunggulan tim asal London barat tersebut di menit ke-62, sesudah memperlihatkan celah untuk Juan Mata ketika ia mencoba merebut bola dari Frank Lampard. Sekali lagi, ia menambah kesengsaraannya pada hari yang sama. Walters mempunyai mimpi jelek untuk dirinya sendiri sebab ia juga gagal mengkonversi sebuah penalti guna menjadi gol untuk Stoke City.