Terkini Keunggulan Secara Tim Dan Individu Bawa Chelsea Menang Gampang Atas Everton

Posted on
Chelsea sukses meraih kemenangan kedua pada Premier League ekspresi dominan 2017/18 usai mengalahkan Everton dengan skor 2-0. Pada langgar yang dihelat di Stamford Bridge itu, Cesc Fabregas dan Alvaro Morata sukses mencetak masing-masing satu gol dan membawa Chelsea naik ke posisi enam klasemen sementara dengan enam poin.
Antonio Conte kembali sanggup menurunkan Pedro dan Fabregas semenjak menit pertama meski Eden Hazard dan Gary Cahill belum bisa tampil. Sementara itu, Ronald Koeman kembali menurunkan pemain terbaiknya meski Everton harus menjalani kegiatan ketat pada pekan ini.
Pada pekan kedua Premier League, Everton bermain melawan Manchester City pada hari Senin (21/8). Tiga hari kemudian, The Toffees harus terbang ke Kroasia untuk berhadapan dengan Hajduk Split pada langgar kualifikasi Europa League. Praktis, Everton tampak tampil dengan kondisi fisik yang kurang maksimal. Hal tersebut dimanfaatkan secara baik oleh Chelsea.
Boleh jadi kondisi tersebut jugalah yang menciptakan Conte tidak memainkan Timeoue Bakayoko. Posisi gelandang diberikan kepada Fabregas dan Chelsea terbukti bisa menguasai pertandingan dengan gelandang asal Spanyol itu menjadi motor serangan Chelsea. Fabregas berhasil menciptakan 74 umpan sukses (terbanyak di pertandingan).
Kondisi Everton yang kelelahan tak akan menciptakan pertandingan ini banyak melibatkan fisik. Oleh alasannya ialah itu, Fabregas sanggup berkembang dan terbukti sukses menjadi salah satu pemain film utama dalam kemenangan ini. Ia berhasil mencetak satu gol dan menciptakan tiga umpan kunci.
Chelsea juga menerapkan pressing tinggi semoga Everton tak bisa berbuat banyak pada pertandingan ini. Meski secara penguasaan bola, Everton tak terpaut jauh dengan 43% berbanding 57% milik Chelsea, namun Everton tak bisa banyak menguasai bola di tempat pertahanan Chelsea. Dari total 625 sentuhan yang dilakukan oleh pemain Everton, hanya tujuh di antaranya yang dibentuk di dalam kotak penalti Chelsea. N’golo Kante dan Marcos Alonso menjadi pemotong serangan yang paling baik. Kante menciptakan lima tekel dan Alonso menciptakan enam tekel.
Everton juga kehilangan sosok pengatur serangan dalam diri Ross Barkley yang mengalami cedera. Alhasil, serangan-serangan Everton hampir tidak ada yang membahayakan gawang Thibaut Courtois. Bahkan, Everton tak bisa menciptakan satu pun tembakan sempurna sasaran pada pertandingan ini. Selain secara tim, Chelsea juga unggul secara individu. Selain Fabregas, Willian dan Morata juga tampil apik dengan sejumlah serangan yang membahayakan gawang Jordan Pickford.
Willian, meski tak menciptakan gol atau asis, namun kontribusinya dalam serangan Chelsea tak sanggup dipandang sebelah mata. Penyerang asal Brasil itu menciptakan tiga dribel (terbanyak di pertandingan), tiga tembakan (kedua terbanyak di pertandingan), dan empat umpan kunci (terbanyak di pertandingan). Selain itu, kecepatannya untuk merubah arah ketika mendribel bola juga kerap menyulitkan barisan pertahanan Everton.
Kreativitas tinggi yang diberikan Conte menciptakan Willian berkembang. Keberadaan bek sayap dalam bagan 3-4-3 yang diusung Conte menciptakan Willian tak perlu terlalu fokus untuk mengisi ruang di sektor sayap. Ia juga bisa mencari ruang bebas di sektor tengah. Selain itu, faktor kelelahan pemain Everton lagi-lagi menunjukkan laba bagi Chelsea, terutama Willian yang tak perlu susah payah untuk mengeluarkan kecepatan maksimalnya kala berhadapan satu lawan satu.

Selain Willian, striker anyar Chelsea yang didatangkan dari Real Madrid juga bermain apik. Penampilan Morata pada dua pertandingan sebelumnya bekerjsama sempat memunculkan banyak sekali pertanyaan. Pasalnya, meski ia mencetak satu gol dan satu asis pada langgar menghadapi Burnley, Morata tak bisa terlibat banyak dalam permainan. Ia kerap kehilangan bola. Banyak yang menyampaikan bahwa gaya bermain menyerupai Morata tak akan cocok di Premier League yang sangat mengandalkan fisik.
Namun, Morata perlahan membungkam kritik itu. Ia kembali menjadi pemain penting dalam gol-gol yang dicetak Chelsea. Kali ini, Morata sukses mencetak satu gol dan satu asis. Sepanjang pertandingan, Morata memang tak banyak terlibat dalam build-up play. Ia kehilangan bola sebanyak empat kali dan akurasi umpannya hanya mencapai 78%. Dua dribel yang ia coba lakukan juga gagal.
Tapi memang menyerupai itulah seorang Alvaro Morata. Ia sanggup memposisikan dengan baik dan memanfaatkan kesempatan dengan baik. Determinasi tingginya juga menciptakan ia kerap mencari celah di pertahanan Everton. Awal karir yang baik bagi pemain bernomor punggung sembilan itu.
Keunggulan Chelsea atas Everton baik secara tim maupun individu menciptakan Chelsea sukses membawa tiga poin dengan nyaman. Kemenangan ini juga kian membungkam kritik yang ditujukan kepada Chelsea sebagai juara bertahan. Chelsea tak bisa tampil apik pada pertandingan pra-musim. Bahkan, dua langgar kompetitif pertama di ekspresi dominan ini harus diakhiri dengan kekalahan. Premier League sekarang akan rehat sejenak alasannya ialah adanya pertandingan internasional. Chelsea akan kembali bermain melawan Leicester apda Sabtu (9/9) mendatang.