Terkini Kekalahan Dari Inter Yaitu Alarm Untuk Segera Berbenah

Posted on
Setelah kalah dari Bayern Munich, Chelsea mempunyai kesempatan terakhir untuk menguji kesiapan dan memperlihatkan hadiah terbaik kepada fans yang hadir dalam bentuk kemenangan. Namun, Chelsea tak bisa mengalahkan Inter Milan dalam lanjutan pertandingan International Champions Cup yang diadakan di Singapura pada Sabtu (29/7) lalu.
Chelsea tampil tanpa tiga penyerang utamanya trend lalu, namun cita-cita gres muncul dengan dicantumkannya nama Alvaro Morata dalam starting eleven. Antonio Conte turun dengan bagan 3-4-3 dan Morata ditempatkan sebagai wide forward di sisi kiri. Sementara itu, Inter turun dengan beberapa pemain terbaiknya ibarat Ivan Peisic dan pemain yang kabarnya tengah diincar Chelsea,Antonio Candreva. Namun Inter juga tak sanggup memainkan striker andalannya, Mauro Icardi yang mengalami cedera.
Pertandingan terlihat cukup sengit dengan kedua tim silih berganti menyerang. Tapi Chelsea masih terlihat kelelahan dengan tak adanya anutan bola cepat yang membahayakan. Inter kesudahannya bisa mencetak dua gol lewat Stevan Jovetic dan Perisic. Sementara itu satu gol Chelsea dicetak oleh pemain Inter, Geoffrey Kondogbia yang menciptakan gol bunuh diri dari tengah lapangan. Kekalahan ini menjadi alarm bagi Chelsea untuk segera memperbaiki performa guna mengarungi trend 2017-2018.
Tak Ada Pelapis Sepadan

Diego Costa masih menjalani liburan di Brazil dan mungkin tak akan bergabung dengan skuat Chelsea, Pedro mengalami cedera sehabis ditabrak David Ospina pada berkelahi melawan Arsenal, dan Eden Hazard mengalami patah engkel kala membela Belgia sebulan lalu. Kondisi ini menciptakan Conte harus mencoba pemain pelapis ketiga figur penting itu.
Hasilnya sanggup dikatakan kurang memuaskan. Meski Batshuayi dan Willian berhasil membawa Chelsea menghajar Arsenal dengan skor 3-0, namun keduanya tak bisa berbuat banyak pada berkelahi melawan Bayern dan Inter. Gol Batshuayi ke gawang Bayern terbilang gol gampang sehingga tak sanggup membuktikan kualitasnya.
Pada berkelahi melawan Inter, keduanya tak bisa menciptakan banyak perubahan. Willian beberapa kali melaksanakan dribel khasnya dan Batshuayi terlihat ambisius untuk mencari peluang, namun tak ada hasil yang konkret. Untuk menjadi pemain utama, seorang pemain harus bisa menciptakan sesuatu dari kondisi yang bergotong-royong tidak menguntungkan.
Hal ini harus diperhatikan dengan serius oleh Conte dan administrasi klub. Conte sendiri menyatakan bahwa ia masih menginginkan pemain gres guna memperkuat skuat Chelsea. Permintaan tersebut sangat masuk logika mengingat kegiatan Chelsea akan semakin padat dengan adanya Liga Champions trend depan. Ditambah dengan bukti bahwa Chelsea tak bisa tampil impresif dalam kondisi kelelahan ibarat yang diperlihatkan pada berkelahi melawan Bayern dan Inter. Sesi latihan berat dan jeda pertandingan yang tak banyak menciptakan Chelsea terlihat begitu kelelahan.
Azpilicueta Harus Meningkatkan Performanya

Bermain dalam setiap menit pertandingan untuk tim juara menerangkan bahwa pemain tersebut ialah pemain penting dan berkualitas. Begitulah Cesar Azpilicueta. Ia bisa menjadi referensi Conte dalam barisan pertahanan Chelsea trend lalu. Pergerakan cepat dan kemampuan membaca bola dengan baik menciptakan pertahanan Chelsea semakin kokoh.
Musim ini, Azpilicueta dipercaya akan kembali menjadi andalan. Harapan besar akan kembali dibebankan, ditambah dengan statusnya sebagai wakil kapten Chelsea trend ini. Namun performa pemain asal Spanyol di dua berkelahi terakhir pra-musim masih jauh dari harapan. Setelah gagal menghadang Franck Ribery pada gol kedua Bayern, Azpilicueta kembali gagal menutup ruang tembak Perisic yang berbuah gol kedua Inter.
Kecepatannya juga terlihat menurun dan kemampuan membaca bolanya tak sebaik trend lalu. Sesi latihan berat pada periode pra-musim ini ditenggarai menjadi alasan utama terjadinya penurunan performa Azpilicueta. Tapi ia masih mempunyai waktu untuk kembali kepada performa terbaik dan menjadi andalan Conte.
Morata Masih Butuh Waktu

Performa Morata tak sanggup dikatakan buruk, namun penampilan tersebut bukanlah penampilan terbaiknya. Morata masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan cara bermain Chelsea. Pada periode pra-musim, Morata masih harus membagi fokusnya untuk menyesuaikan diri dengan cuaca di Singapura dan juga mengembalikan kondisi fisik terbaiknya.
Oleh alasannya itu, Morata masih butuh waktu untuk membuktikan kapabilitasnya sebagai striker mematikan. Pada pertandingan ini, Morata memperlihatkan determinasi tinggi untuk mengejar bola dan memperlihatkan bahwa ia bisa menjadi ball holder sebelum mengumpan kepada rekannya yang mengisi ruang kosong. Tapi harapannya tentu lebih dari itu, Morata diperlukan sanggup mencetak banyak gol dan menciptakan perubahan pada setiap pertandingan.
Waktu bukan hanya dibutuhkan oleh Morata, tapi juga oleh Conte. Memasang Morata di posisi wide forward bukanlah pilihan terbaik. Insting mencetak gol yang ia miliki terbatasi dengan posisi tersebut. Conte perlu mencari solusi dari permasalahan ini.
*
Setiap kekalahan niscaya mempunyai hal positif. Kekalahan Inter juga memberi alarm bagi Chelsea untuk segera berbenah. Apalagi The Blues akan menghadapi tiga tim papan atas dari tujuh berkelahi pertama Premier League. Conte juga tentu tak ingin nasibnya sama ibarat dua manajer peraih gelar yang dipecat tak hingga semusim sehabis mengangkat trofi Premier League. Tapi kalau melihat apa yang terjadi trend lalu, Conte tampak akan menemukan solusi dari permasalah tersebut.

Keep The Blue Flag Fly Flying High!