Terkini Empat Hal Penting Pada Langgar Melawan Arsenal

Posted on


Chelsea sukses menundukan Arsenal dengan skor 3-0 pada pertandingan pra-musim yang dihelat di Bird’s Nest Beijing National Stadium, Cina. Laga tersebut menjadi berkelahi pertama derbi London diluar Britania Raya. Sebelumnya, kedua klub pernah bertemu di Wales kala berhadapan di partai puncak League Cup 2007 yang diadakan di Millenium Stadium, Cardiff.


Meski hanya pertandignan pra-musim, namun Antonio Conte menurunkan skuat terbaiknya pada berkelahi tersebut. Conte turun dengan denah favoritnya ekspresi dominan lalu, 3-4-3 dengan Cesc Fabregas menggantikan Nemanja Matic dan Michy Batshuayi menggantikan Diego Costa. Baik Matic atau pun Costa, keduanya tidak dilibatkan dalam tur Asia mengingat masa depannya yang masih belum jelas.
Sementara itu, Arsenal juga turun dengan deretan yang sama, 3-4-3. Formasi tersebut Arsene Wenger gunakan pada partai puncak FA Cup ekspresi dominan kemudian dan sukses meredam ancaman Chelsea. Namun, ia mengistirahatkan sejumlah pemain utamanya.

Chelsea akibatnya berhasil menyudahi pertandingan dengan tiga gol tanpa balas. Willian mencetak gol pembuka sebelum Batshuayi mencetak brace pada masing-masing babak. Kedua klub akan kembali berhadapan pada ajang Community Shield yang akan diadakan di Wembley pada 6 Agustus mendatang. Berikut empat hal penting pada pertandingan tersebut.

Sesi Latihan Ganda Conte Membuat Chelsea Terlihat Lebih Siap

Setelah mengimplementasikan metode tersebut pada pra-musim pertamanya di Chelsea, Conte kembali memakai intensitas yang tinggi dalam sesi latihan pra-musim Chelsea. Sesi latihan dimulai pada 3 Juli kemudian dan Conte eksklusif menerapkan sesi latihan ganda, yaitu sesi latihan yang memakan waktu hampir seharian. Tujuannya ialah untuk mengembalikan kondisi fisik pemain yang tentunya menurun usai menjalani liburan.

Hal tersebut dipercaya menjadi perbedaan utama pada pertandingan itu, kesiapan fisik. Arsenal terlihat masih belum fit. The Gunners bahu-membahu sama-sama memulai sesi latihan pada 3 Juli, namun mereka telah menjalani tiga berkelahi dalam 10 hari terakhir yang menciptakan mereka kelelahan. Sementara itu, Chelsea gres menjalani berkelahi tertutup melawan Fulham di Cobham.

Batshuayi yang Akan Membuat Conte ‘Pusing’

Beberapa hari sebelum pertandingan, Chelsea meresmikan Alvaro Morata sebagai pemain barunya untuk menggantikan Costa di posisi ujung tombak. Bagi Batshuayi, kalimat tersebut mungkin cukup menyakitkan. Artinya, ia masih belum dipercaya Conte sebagai pemain utama di lini depan Chelsea.

Morata gres bergabung dengan skuat Chelsea di Singapura. Karena itu, Conte menurunkan Batshuayi sebagai striker pada pertandingan melawan Arsenal. Striker asal Belgia itu sukses menciptakan ‘pusing’ Conte dengan performa apiknya. Jika pemain yang mencetak sembilan gol ekspresi dominan kemudian itu terus tampil impresif, Conte harus berpikir lebih teliti lagi untuk menentukan pemain utama di posisi striker.

Lacazette Kembali Gagal Menghadapi David Luiz

Arsenal akan mengawali ekspresi dominan gres dengan bomber berbahaya asal Prancis, Alexander Lacazette. Eks  striker Olympique Lyonnais itu ditebus Arsenal dengan harga 52 juta paun. Meski ia sukses mencetak 77 gol dalam tiga ekspresi dominan terakhir di Ligue 1, namun ia tidak pernah mencetak gol ke gawang PSG yang dikala itu diperkuat oleh David Luiz.

Pada pertandingan itu, Lacazette menerima  pengawalan keras dari bek asal Brazil itu. Lacazette tak bisa berbuat banyak. Harapannya, Luiz sanggup terus meredam Lacazette kala Chelsea berhadapan dengan tim asal London utara itu.

Jawaban Moses Atas Rumor Transfer Chamberlain

Nama Alex-Oxlade Chamberlain beberapa hari belakangan ini kerap dihubungkan dengan Chelsea. Pemain asal Inggris itu diberitakan akan angkat kaki dari Emirates Stadium. Chamberlain diproyeksikan akan mengisi posisi bek sayap yang sekarang dipercayakan kepada Victor Moses.

Keduanya memang tidak telibat duel eksklusif dilapangan alasannya sama-sama berposisi sebagai bek sayap kanan. Namun pernampilan impresif Moses seakan memberi tekanan pada Chamberlain bahwa kalau ia bergabung dengan Chelsea, Chamberlain harus membenahi permainannya untuk bisa menyingkirkan Moses, terlebih dalam aspek pertahanan. Chamberlain terpeleset dan gagal menghadang Marcos Alonso yang akhirnay menunjukkan asis bagi Batshuayi pada gol ketiga Chelsea.