Terkini Empat Hal Penting Pada Kekalahan Atas Burnley

Posted on

Chelsea mengawali trend 2017-2018 dengan kekalahan mengejutkan atas Burnley. Pasukan Antonio Conte bahkan harus tertinggal tiga gol tanpa balas di babak pertama. Dua gol yang diciptakan Alvaro Morata dan David Luiz di babak kedua tak bisa menyelamatkan Chelsea yang mengakhiri berkelahi dengan sembilan pemain usai Gary Cahill dan Cesc Fabregas diusir wasit.

Kekalahan tersebut menjadi kekalahan pertama Chelsea di pertandingan pembuka semenjak tahun 1998 dan Chelsea menjadi juara bertahan kedua yang kalah di pertandingan pertama sesudah Leicester City kalah atas Hull City trend lalu. Berikut ialah empat hal penting dalam kekalahan tersebut.
Tiga Pertandingan Terakhir, Empat Kartu Merah
Terhitung semenjak final FA Cup trend 2016-2017, Chelsea selalu mengakhiri pertandingan kurang dari 11 pemain sebanyak tiga kali. Pada partai puncak FA Cup, Victor Moses diusir wasit sesudah menerima dua kartu kuning. Lalu, Pedro melaksanakan tekel berbahaya kala berhadapan dengan Arsenal dalam berkelahi Community Shield. Kini, giliran kapten gres Gary Cahill dan Cesc Fabregas yang meninggalkan lapangan terlebih dahulu.
Antonio Conte tak bisa membiarkan hal tersebut terjadi lagi. Ia harus mengingatkan pemain Chelsea untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan tekel, apalagi sesudah mendapatkan kartu kuning. Tekel berbahaya Pedro dan Cahill bantu-membantu bukanlah tekel yang harus dilakukan. Sementara itu, Moses juga seharusnya tidak melaksanakan diving pada kartu kuning keduanya dan Fabregas juga tak perlu melaksanakan sarkasme dengan memberi tepuk tangan kepada wasit. Kalah jumlah terang menjadi hal yang harus dihindari dalam sepakbola.

Pertahanan yang Tidak Rapi
Sejak pertandingan pra-musim pertama, Chelsea menjalani enam pertandingan tapi hanya satu di antaranya di mana Chelsea berhasil meraih nirbobol. Dari empat gol yang bersarang ke gawang Thibaut Courtois di dua pertandingan kompetitif yang sudah dijalani, tiga di antaranya lahir dari umpan silang (satu dari keadaan bola mati dan dua dari open play) di mana bek Chelsea tak bisa memberi penjagaan ketat.

Gol pertama Burnley yang dicetak oleh Sam Vokes
Gol kedua Burnley yang kembali dicetak oleh Sam Vokes

Dua gol yang dicetak Sam Vokes itu tercipta tanpa ada penjagaan berarti. Untuk gol pertama, David Luiz awalnya menginstruksikan Andreas Christensen untuk menjaga Vokes, namun pergerakan Vokes menciptakan dirinya bebas dan David Luiz tak bisa mengantisipasi dengan cepat. Pada gol ketiga Burnley, Vokes bahkan tak menerima penjagaan sehingga dia dengan gampang menanduk bola ke gawang Courtois. Kelemahan ini harus segera dibenahi, apalagi Chelsea akan berhadapan dengan pemain menyerupai Dele Alli dan Harry Kane yang berbahaya dalam umpan silang pada pertandingan di pekan kedua.


Tak Ada Jaminan Tempat Utama Untuk Cesc Fabregas
Meski mencatatkan lima umpan kunci sepanjang pertandingan, namun Fabregas bermain jelek dari segi pertahanan. Ia kerap terlambat menutup ruang. Kontribusinya dalam pertahanan bahkan hampir tidak ada, pemain asal Spanyol itu tidak mencatatkan satu pun tekel atau intersep. Padahal, Conte menginginkan gelandang yang bisa memotong serangan lawan secepat mungkin.

Fabregas terlambat menutup ruang umpan lawan yang berakhir dengan gol kedua Burnley
Pada gol kedua tersebut, Fabregas tampak sangat terlambat menutup ruang yang kesudahannya berbuah gol kedua Burnley. Tampaknya hanya duduk kasus waktu bagi Fabregas untuk segera menepi ke dingklik cadangan. Setelah Timeoue Bakayoko pulih, Fabregas kemungkinan besar akan kembali menghangatkan dingklik cadangan.
Morata Jauh Lebih Siap Dari Batshuayi
Nama Morata kembali tidak tercantum dalam starting eleven yang diturunkan oleh Conte. Batshuayi kembali tampil dari menit pertama. Namun, striker asal Belgia itu tak bisa berbuat banyak. Batshuayi hanya mencatatkan satu sepakan, tanpa ada donasi lain menyerupai dribel atau umpan kunci. Persentase umpan yang hanya mencapai 67% mengatakan Batshuayi kerap kehilangan bola. Pergerakannya pun sangat minim. Bahkan Fabregas sempat terlihat kesal dengan Batshuayi yang kurang rajin mencari ruang.
Tertinggal tiga gol dan minimnya donasi Batshuayi menciptakan Conte memasukkan Morata pada menit 59. Striker asal Spanyol itu pribadi menunjukkan determinasi tinggi dengan berusaha mencari ruang. Kerja keras Morata membuahkan hasil kala dia sukses mengkonversi umpan silang Willian menjadi gol pada menit 69. Tak hanya itu, Morata juga mencetak asis lewat sundulan cerdiknya yang bisa dimaksimalkan oleh David Luiz. Permainan apiknya mengatakan bahwa dirinya lebih siap dibanding Batshuayi.

*

Chelsea bantu-membantu tak perlu panik, masih ada 37 berkelahi yang akan dimainkan dan peluang juara masih terbuka lebar. Hanya saja, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Chelsea harus mencari solusi dari permasalahan yang muncul pada kekalahan atas Burnley.