Terkini Empat Catatan Penting Pada Kemenangan Atas Leicester

Posted on
Chelsea sukses mendulang tiga poin usai menaklukan Leicester City dengan skor 2-1 pada Sabtu (9/9). Pada berkelahi yang digelar di King Power Stadium itu, gol Alvaro Morata dan N’golo Kante hanya bisa dibalas oleh Jamie Vardy. Chelsea sekarang berada di urutan ketiga klasmen sementara Premier League dengan raihan sembilan poin. Tertinggal satu poin dari Manchester United dan Manchester City di atasnya.
Antonio Conte dan Craig Shakespeare tidak banyak mengubah susunan pemain. Conte hanya mengganti Willian dengan Timeoue Bakayoko. Willian mejadi pemain terakhir yang bergabung dengan skuat Chelsea usai jeda internasional sehingga kondisi fisiknya belum maksimal. Sementara itu, Shakespeare hanay mengganti Shinji Okazaki dengan Islam Slimani.
Bermain dengan rasa percaya diri usai memenangkan dua berkelahi terakhir, Chelsea kembali tampil menjanjikan di awal laga. Morata bahkan sempat mengancam gawang Leicester ketika pertandingan gres berjalan dua menit. Ia juga mempunyai peluang emas dari umpan terobosan manis Fabregas namun usahanya masih belum berhasil.
Morata karenanya kembali keluar sebagai jagoan usai ia mencetak gol pada menit 41. Proses golnya hampir identik dengan gol yang ia ciptakan ke gawang Everton. Berawal dari Cesar Azpilicueta yang mempunyai ruang kosong di sisi kanan, bek asal Spanyol itu melepaskan umpan silang. Morata berhasil memposisikan diri dengan baik dan memenangkan duel melawan Wes Morgan. Akhirnya Peter Schmeichel harus mengambil bola dari gawangnya.
Chelsea memalsukan keunggulan pada babak kedua. Kante mempunyai ruang tembak dari luar kotak penalti. Gelandang asal Prancis itu lalu melepaskan tembakan jarak jauh yang tidak bisa diantisipasi dengan baik oleh Schmeichel.
Harapan untuk mengejar ketertinggalan muncul bagi Leicester usai Thibaut Courtois terlambat melaksanakan tekel kepada Jamie Vardy. Striker asal Inggris itu mengeksekusi penalti dan menciptakan Leicester hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamakan kedudukan. Namun, sampai peluit panjang ditiup John Moss, Leicester tak bisa mencetak gol dan Chelsea memenangkan pertandingan.
Morata Kembali Menunjukan Kelas yang Ia Miliki
Pindah ke Chelsea dengan biaya transfer 58 juta paun, banyak kritik yang menyebut bahwa Morata akan menjadi Fernando Torres lainnya. Ditambah dengan keputusannya untuk menentukan nomor punggung sembilan yang tidak ramah terhadap punggawa Chelsea.
Namun, Morata berhasil membungkam kritik itu dengan catatan tiga gol dari empat laga. Pada berkelahi ini, ia berhasil menjadi pemain yang membahayakan. Pergerakan pintarnya menciptakan ia kerap mendapat ruang untuk menembak. Total Morata melepaskan lima tembakan. Ia bahkan bisa mencetak gol lebih cepat andai tembakannya pada menit 34 tidak diblok oleh Morgan.
Duet Menjanjikan N’golo Kante dan Timeoue Bakayoko
Barangkali pertandingan ini menjadi pertandingan yang melegakan bagi Conte, terutama sehabis kepindahan Nemanja Matic yang dianggap tidak sempurna bagi banyak orang. Sepanjang pra-musim, Conte tidak sanggup menduetkan Kante dengan gelandang yang mempunyai fisik baik menyerupai Matic. Bakayoko ketika itu masih mengalami cedera.
Pertandingan Leicester sanggup menjadi hal yang melegakan bagi Conte alasannya yaitu ia melihat duet gelandang dengan fisik yang baik, sesuai yang ia inginkan. Bakayoko dan Kante bisa berkontribusi dalam pertahanan dengan baik, namun mereka juga bisa membantu serangan.
Dari segi pertahanan, Bakayoko menciptakan lima tekel dan dua intersep serta Kante dengan dua tekel dan tiga intersep. Keduanya bisa menciptakan Chelsea unggul di lini tengah. Tak hanya itu, lima dribel yang dibentuk Bakayoko juga bisa memberi warna gres pada serangan Chelsea. Sementara itu, Kante sukses menciptakan tiga umpan kunci. Penampilan apik duet gelandang Prancis ini dipercaya akan menjadi salah satu kunci kekuatan Chelsea demam isu ini.

Kembalinya Willian dan Eden Hazard Membuat Serangan Chelsea Lebih Hidup
Meski dua gol Chelsea tercipa sebelum Willian Hazard masuk, namun kedua pemain itu sukses memperlihatkan bantuan yang baik dalam serangan Chelsea. Pedro dan Fabregas memang tampil cukup baik, namun keberadaan Willian dan Hazard bisa menciptakan tusukan-tusukan yang menciptakan serangan Chelsea lebih hidup.
Meski gres masuk pada menit ke-78, namun Hazard bisa menciptakan satu dribel dan dua umpan kunci. Kedua umpan kunci itu bahkan menjadi peluang emas Chelsea pada pertandingan ini. Sayangnya, tembakan Davide Zappacosta masih melebar dan sepakan Willian bisa diselamatkan oleh Schmeichel. Willian juga bisa menciptakan satu dribel dan dua tembakan sehabis masuk pada menit ke-63.

Sepakan Pojok yang Kurang Dimanfaatkan
Meski sukses memenangkan pertandingan, Conte masih mempunyai pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Pada pertandingan ini, Chelsea mendapat sembilan tendangan penjuru. Namun, tidak ada satu pun yang berhasil membahayakan gawang Leicester. Absennya Gary Cahill ditenggarai menjadi salah satu alasannya. Cahill kerap menjadi momok angker bagi pertahanan lawan kala Chelsea mendapat situasi bola mati.
Tak kunjung menghasilkan peluang lewat umpan pribadi ke kotak penalti, Chelsea mencoba umpan pendek dari sepak pojok. Namun hasilnya sama, pemain Chelsea bahkan beberapa kali kebingungan. Bahkan, Slimani berhasil merebut bola dari Kante yang kebingungan dan melancarkan serangan balik cepat namun evakuasi gemilang Courtois berhasil menggagalkan perjuangan Leicester. Conte harus mencari cara biar bisa sepakan pojok yang didapat menjadi lebih produktif.

*

Secara keseluruhan, Chelsea tampil baik dengan performa yang solid. Conte sendiri bahagia dengan penampilan Chelsea meskipun ia merasa Chelsea seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak. Namun, beberapa hal konkret yang terjadi di pertandingan ini sanggup meningkatkan kepercayaan diri guna menghadapi Arsenal ahad depan.