Terkini Diam-Diam Di Balik Kebalnya Chelsea Terhadap Cedera Ekspresi Dominan Lalu

Posted on
Pada sebuah hotel di Austria, terdapat kejadian unik yang sempat membingungkan pemain Chelsea. Kala itu, pemain akan menyantap masakan sebelum pertandingan pra-musim melawan Rapid Vienna pada Juli 2016. Biasanya, terdapat masakan menyerupai ayam, pasta, pizza, roti sandwich dan telor orak-arik disana. Namun, pemain sempat merasa bahwa ruangan itu bukanlah ruang makan Chelsea ketika melihat kacang dan buah kering disana.
Kejadian unik tersebut mungkin tak akan terpikirkan menjadi salah satu alasan penting Chelsea dalam gelar Premier League yang diraih. Tapi faktanya, perubahan yang dilakukan Antonio Conte tersebut mempunyai andil besar dalam kondisi fisik pemain yang selalu prima dan jarang mengalami cedera.
Conte menjelaskan waktu yang diperlukan badan untuk mencerna masakan dan menghubungkannya dengan pertandingan Ia tidak ingin pemainnya kelebihan setengah kilo pada ketika pertandingan. Conte benar-benar detil dalam persiapan fisik pemain. Ia juga menerapkan sesi ganda dalam masa persiapan Chelsea demam isu lalu. Hasilnya menandakan bahwa Chelsea selalu tampil dengan fisik prima dan menciptakan mereka sanggup bermain dengan maksimal.
Pendekatan tersebut memang selalu ia lakukan di tim yang ia tangani. Pada Euro 2016, Conte melarang punggawa timnas italia untuk memakan masakan yang tidak memperlihatkan gizi penting bagi pesepakbola. Ketika bergabung dengan Chelsea, Conte membawa jago nutrisi berjulukan Tiberio Ancona yang sudah bekerja bersama semenjak Conte masih menangani AS Bari.
Perihal kesuksesan Cheslea demam isu 2016-2017, banyak yang memuji kinerja hebat manajer, pemain, dan staf. Namun tak sedikit pula yang menyampaikan bahwa Chelsea beruntung sebab tak banyak kehilangan pemain andalan sebab cedera. Conte juga mengakui hal tersebut.
“Kami tidak berkutat dengan banyak cedera demam isu ini. Ketika Anda masuk dalam situasi menyerupai itu, tanpa banyak cedera, biasanya Anda akan bermain tidak dengan pemain yang sama, tapi memakai 15 atau 16 atau 17 pemain. Saya pikir demam isu ini kami bekerja sangat keras, kami juga bermain baik dan beruntung,” ujar Conte pada demam isu lalu.
Conte boleh jadi lebih beruntung dari Mauricio Pochettino yang kehilangan Harry Kane dalam delapan adu Premier League sebab tekel keras. Jurgen Klopp juga harus mencari solusi kala Sadio Mane yang mangkir hingga tiga bulan di paruh kedua musim. Begitu pula dengan Pep Guardiola yang sempat kehilangan Kevin De Bruyne dan Vincent Kompany.
Jose Mourinho kerap mengeluhkan nasib yang ia alami seputar cedera pemain, apalagi ketika ia kehilangan Zlatan Ibrahimovic. Jika berbicara wacana duduk perkara cedera Arsenal, semua orang tahu betul bagaimana Arsene Wenger selalu kesulitan dengan duduk perkara tersebut.
Conte hampir tidak pernah kehilangan pemain andalannya dalam jangka waktu yang usang sebab cedera. David Luiz, Thibaut Courtois, Victor Moses, serta Marcos Alonso memang sempat mangkir namun tidak hingga berbulan-bulan. Tapi kalau melihat pernyataan Conte, ia menyampaikan ia bekerja keras dahulu, gres ia merasa dirinya beruntung.
Selain membawa jago nutrisi, Conte juga membawa staf kepelatihan fisik yang ia percaya dan mempunyai banyak pengalaman. Julio Tous, instruktur fisik yang mempunyai gelar PhD dalam bidang Sports Science dan pernah bekerja untuk timnas Italia serta Barcelona. Lalu ada Paolo Bertelli, peraih instruktur fisik terbaik Serie A sebanyak empat kali yang membantu Conte membangun kembali Juventus dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang kepelatihan fisik. Terakhir, Constantino Coratti sebagai ajun instruktur fisik yang pernah bekerja untuk Conte di tim pertamanya, Arezzo, serta Juventus.
Kualitas staf instruktur fisik yang ia miliki menciptakan Conte bisa menciptakan metode efektif guna menjaga pemain tetap fit. “Staff saya dan saya, kami mempunyai metode. Kami menciptakan metode ini dibantu dengan pengalaman saya sebagai pesepakbola dan manajer. Saya selalu berusaha untuk mencari solusi yang sempurna biar pemain bisa mempunyai fisik yang manis sepanjang musim,” tutur laki-laki 48 tahun tersebut.
“Sepanjang demam isu ini kami bekerja sangat keras dalam aspek fisik dan aspek taktik. Kami berusaha menghindari banyak cedera. Kerja kami yaitu sedikit diam-diam yang menciptakan kami tidak banyak berkutat dengan cedera. Karena ini, saya harus berterima kasih terhadap staf saya,” tambahnya.
Hasilnya, pemain Chelsea hanya mangkir dalam 324 hari dari total 18 kali cedera (terbaik kedua di liga). Dari enam tim teratas Premier League, Manchester United membuntuti Chelsea di urutan kedua perihal catatan cedera. Namun jaraknya cukup jauh, punggawa United kehilangan 675 hari dari total 32 cedera. Pesaing utama Chelsea dalam perburuan gelar, Tottenham Hotspurs megalami 27 kali cedera dengan total 758 hari.
Jika hanya melihat pemain kunci yang mengalami cedera, Conte boleh dikatakan beruntung. Namun kalau melihat citra besar, Conte harus dikatakan jenius. Kondisi fisik yang prima dan tidak rentan cedera menciptakan Conte tak perlu memikirkan dan mencoba solusi kalau pemainnya mengalami cedera. Hal ini juga menciptakan Conte sanggup terus menurunkan skuat terbaiknya di setiap pekan.