Terkini Conte: Chelsea Perlu Bekerja Keras Untuk Berkompetisi Di Liga Champions

Posted on
Meski sukses merengkuh gelar Premier League pada demam isu pertamanya, Antonio Conte tak memasang sasaran tinggi dan meminta fans Chelsea biar bersabar dalam melihat Chelsea berkompetisi di Liga Champions. Menurutnya, masih banyak hal yang harus ditingkatkan jikalau ingin berkompetisi di Liga Champions.
“Saya antusias bermain di Liga Champions bersama Chelsea, tapi aku tahu kami harus melewati jalan panjang sebelum kami sanggup berkompetisi untuk memenangkan Liga Champions. Kami sedang berusaha membangun situasi dan itu tidak mudah. Anda membutuhkan waktu untuk menciptakan struktur yang baik dan membangun tiap demam isu untuk siap berjuang,” ujar Conte.
Ia memperlihatkan pertandingan melawan Bayern Munich sebagai contohnya. “Melawan Bayern Munich, terang bukan? Kami bermain melawan tim yang sangat besar lengan berkuasa dan jangan lupa mereka masih mempunyai (David) Alaba dan (Juan) Bernat di dingklik cadangan.”
“Serta tujuh pemain yang tidak bermain: (Arjen) Robben, (Joshua) Kimmich, (Arturo) Vidal, Thiago Alcantara, (Manuel) Neuer, (Jerome) Boateng, serta beberapa pemain besar lengan berkuasa lainnya. Ini realita dan penting untung mengetahui bagaimana realitanya kemudian mencoba untuk bekerja dan mencoba untuk meningkatkannya,” tambahnya.
Pada pertandingan tersebut, Chelsea memang terlihat kesulitan dalam meladeni permainan terorganisir Bayern. High pressing yang diterapkan Carlo Ancelotti benar-benar merepotkan Chelsea dan The Blues mengakhiri pertandingan dengan skor 2-3.
Pertandingan menyerupai itu tentu akan sering ditemui Chelsea dalam kompetisi Liga Champions. Melawan tim dari negara lain yang mempunyai cara bermain yang berbeda dengan Premier League. Maka dari itu, fokus Conte masih ditekankan kepada pengembangan skuat, belum hingga hingga menargetkan untuk meraih trofi Liga Champions.
Ia juga merasa Chelsea yang kini berbeda dengan Chelsea yang berhasil menjuarai Liga Champions lima tahun lalu. “Saya ingat tahun 2012. Cheslea menang lewat tabrak penalti. Mereka kalah di Liga Champions alasannya penalti (2008) kemudian mereka menang Liga Champions lewat tabrak penalti,” ungkap manajer berusia 48 tahun itu.
 “Saya pikir kami berada di kurun yang baru, periode yang berbeda untuk Chelsea. Kami harus bersabar dan mencoba untuk kembali membangun hal-hal yang penting. Kami memulai demam isu ini hanya dengan 11 pemain dan kini kami mempunyai (Tiemoue) Bakayoko, (Antonio) Rudiger, (Alvaro) Morata, (Willy) Caballero. Kami harus mengetahui bahwa kami harus bekerja sangat keras untuk membangun situasi.”
Perihal Liga Champions, Conte terbilang gres dengan kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut. “Saya gres mempunyai pengalaman dua tahun di Liga Champions sebagai instruktur bersama Juventus. Setelah demam isu pertama, di mana aku memenangkan titel dan Juventus mulai membangun tim besar lengan berkuasa untuk Liga Champions bersama saya, kami mencapai perempat final untuk menghadapi Bayern Munich yang balasannya memenangkan Liga Champions,” tutur Conte.
“Musim selanjutnya kami gugur di fase grup, di Istanbul, di bawah salju, menakjubkan. Tapi dikala Anda masih berkompetisi untuk lolos di pertandingan terakhir, itu salah Anda.”
Pada demam isu 2012-2013, Juventus kalah dua gol tanpa balas di kedua leg kala menghadapi Bayern yang dilatih Jupp Heynckes itu. Musim selanjutnya, mereka harus gugur di fase grup usai kalah 1-0 atas Galatasaray di pertandingan terakhir grup yang balasannya menciptakan Juventus menempati urutan tiga dengan selisih satu poin dari Galatasaray.
Membangun tim untuk kompetisi sebesar Liga Champions memang bukanlah hal mudah. Apalagi bagi tim Premier League yang secara umum, kalah dari segi taktikal atas klub di liga top Eropa lainnya. Baik fans, petinggi klub, atau pemain sekali pun harus bersabar dan terus bekerja keras biar sanggup membangun situasi yang baik guna berkompetisi di Liga Champions sesuai yang dikatakan oleh Conte.