Terkini Chelsea Harus Benar-Benar Memadamkan Api, Bukan Hanya Mengipasinya

Posted on

Chelsea mengalami awal demam isu yang sulit untuk mempertahankan gelar juara Premier League sehabis mengalami kekalahan mengejutkan 3-2 atas Burnley pada final pekan lalu, di mana penderitaan awal The Blues itu ditambah dengan diusirnya Gary Cahill dan Cesc Fabregas dari lapangan akhir kartu merah.

Chelsea mengalami banyak duduk masalah yang menerpa dan menghantui mereka menjelang pertandingan penting Premier League hari Minggu nanti (20/8), untuk menghadapi Tottenham Hotspur di Stadion Wembley. Beberapa pemain kunci tidak bisa dimainkan alasannya ialah cedera dan duduk masalah hukuman yang sedang melanda skuat utama Chelsea. Antonio Conte telah menciptakan beberapa cita-cita yang terang untuk masa depan skuatnya. Ia ingin mendapat beberapa pemain lagi sebelum jendela transfer demam isu panas ini berakhir pada final bulan Agustus.

Namun, dilaporkan bila bentrok argumen antara Conte dan petinggi klub mengakibatkan proses transfer sangat sulit untuk direalisasikan dengan cepat. Tak lepas dari semua itu, Chelsea tidak bisa untuk fokus pada sasaran transfer pemain mereka. Meskipun cita-cita Conte untuk menang melawan Tottenham pada final pekan ini menjadi yang utama, bukan berarti dia bisa mengesampingkan perjuangan pematangan pada skuat utamanya.

Musim lalu, Tottenham bisa dibilang menjadi salah satu lawan yang sulit untuk Chelsea alasannya ialah mereka berhasil duduk di posisi kedua di bawah Chelsea. Menjelang pertandingan besar tersebut, salah satu pundit Sky Sports dan mantan bek Liverpool, Jamie Carragher mendesak Chelsea untuk tetap damai menjelang perjalanan mereka ke Wembley. Hal itu di maksudkan untuk menghindari beberapa suasana yang bisa mengakibatkan skuadnya berada dalam bayang-bayang ‘musim tragis Jose Mourinho’. 

“Chelsea harus melaksanakan sesuatu untuk mengatasi diri dari panik. Beberapa demam isu yang kemudian saat mereka bermain imbang dengan Swansea pada hari pembukaan, dan mereka mempunyai bencana dengan dokter klubnya, tiba-tiba saja Chelsea merasa berada di bawah tekanan. Saya merasa mereka menyerupai orang yang sedang mengipasi api. Ceritanya semakin besar hingga Jose Mourinho karenanya kehilangan pekerjaannya alasannya ialah di pecat berkat performa jelek tim asuhannya,” ujar Carragher.

Situasi kurang aman tersebut tampak kembali terjadi pada awal demam isu ini. Chelsea masih menghadapi aneka macam duduk masalah yang sanggup mengganggu fokus mereka dalam mempertahankan gelar Premier League. Conte masih belum mendapat seluruh targetnya. Ditambah dengan duduk masalah Diego Costa yang tak kunjung usai. Permasalahan internal tersebut sanggup mengganggu situasi di ruang ganti Chelsea, sama menyerupai duduk masalah Eva Carneiro dua demam isu lalu. Conte dan administrasi klub harus segera membereskan permasalahan tersebut.

“Mereka telah kehilangan satu pertandingan di sangkar mereka pada awal demam isu ini, dan seharusnya kini mereka bisa berpikir dengan rileks. Mereka punya dua pertandingan antara kini dan jendela transfer ditutup. Antonio Conte perlu mendapat dua pemain atau lebih, untuk sebuah penguatan skuat utama, terutama di posisi bek sayap.” 

Melihat performa jelek Chelsea di awal demam isu ini, Carragher beropini dengan menyampaikan bila Conte sedikit bermasalah dengan klubnya sendiri. Carragher mengatakan, “Mereka perlu menghentikan gelombang pasang surut ini. Cara Conte berbicara kepada pers menyampaikan bila ada sesuatu yang tidak beres. Itu harus dihentikan. Mereka harus ingat itu hanya satu kekalahan dan mereka harus berdiri kembali. Seperti yang dikatakan Conte, mereka tidak menginginkan demam isu Jose kembali terulang lagi,” pungkasnya.

Untuk menjadi tim yang hebat, bukan hanya bermain bagus di atas lapangan yang diperlukan. Tapi juga korelasi antara manajer, pemain, hingga administrasi klub pun harus terjalin dengan baik biar sanggup bekerja sama dengan baik pula. Saat ini, Chelsea harus mencari solusi terbaik dari permasalahan itu. Chelesa harus benar-benar memadamkan api, bukan hanya mengipasinya dan menciptakan api tersebut semakin membesar menyerupai dua demam isu lalu.