Terkini Celah Krusial Yang Harus Segera Diisi Chelsea

Posted on

Mantan penggawa Chelsea, Graeme Le Saux, beropini kalau kebijakan transfer klub pasukan Roman Empire itu telah meninggalkan celah dalam skuat mereka. Menurutnya, hal tersebut harus sesegera mungkin untuk diisi kembali.

Eks satria Stamford Bridge itu tertegun sesudah menyaksikan kekalahan pada berkelahi pembuka Premier League demam isu 2017-2018 ketika Chelsea kalah atas Burnley di sangkar sendiri pekan lalu. Juara bertahan Premier League itu bermain dengan sembilan orang di lapangan sesudah dua kartu merah dilayangkan kepada sang kapten Gary Cahill dan sang maestro lini tengah Cesc Fabregas. Di sisi lain, Le Saux percaya kalau manajer Antonio Conte niscaya mencicipi frustrasi akhir kekalahan memalukan tersebut.

Saat ini, Chelsea akan menghadapi rival berat mereka. Tottenham di Wembley Stadium pada hari Minggu nanti (20/8). Chelsea sangat membutuhkan hasil baik untuk segera mengembalikan jalur awal demam isu kembali pada perburuan gelar Premier League. Chelsea telah mendatangkan empat pemain demam isu panas ini dengan biaya total yang dikeluarkan sekitar 130 juta paun. Chelsea juga berharap sanggup mendapat setidaknya tiga pemain gres lagi sebelum bursa transfer ditutup pada 31 Agustus nanti.

Namun, tampaknya hal tersebut masih belum terealisasikan sebab empat sasaran Chelsea: Danny Drinkwater dari Leicester, Alex Oxlade-Chamberlain dari Arsenal, Alex Sandro dari Juventus dan Cedric Soares dari Southampton, belum mencapai akad hingga sejauh ini. Lalu, Le Saux, yang sudah berdedikasi selama 10 tahun di Chelsea dalam dua periode, yakin kalau 13 hari ke depan mantan klubnya itu akan mendapat nasib yang bagus, meskipun ia beropini kalau Chelsea mendapati celah pada skuatnya.

“Chelsea telah meninggalkan celah dalam skuat mereka, dan itu perlu segera diisi. Anda sanggup mengalami pertandingan menyerupai yang mereka lakukan ketika melawan Burnley, mendapati pemain diusir keluar lapangan kemudian kalah. Tapi, kebobolan tiga gol itu berbahaya. Jika terus berlanjut menyerupai itu, Anda harus menyampaikan bahwa mereka telah meninggalkan sebuah lubang di dalam skuatnya.”

“Alvaro Morata yakni pengganti Diego Costa dalam sektor penyerangan, namun sayap belakang merupakan area yang belum diperkuat sejauh ini. Dan mereka sangat membutuhkan seseorang yang sanggup menyambungkan celah di lini tengah. Jika saya berada di ruang ganti itu, saya niscaya akan sangat kecewa sebab kami telah menjual Nemanja Matic. Dia yakni salah satu pemain terbaik yang dimiliki Chelsea,” tambahnya.

Nemanja Matic memang menimbulkan celah besar pada skuat Chelsea. Melihat performanya dalam tiga demam isu terakhir, ia sukses membaut lini tengah Chelsea sangat kuat. Le Saux juga menambahkan, ia merasa bahwa Conte mengurangi intensitasnya dalam menjadikan skuatnya sebagai pesaing besar dalam perburuan gelar pada demam isu ini.

“Conte menyampaikan bahwa beliau tidak menganggap Chelsea sebagai favorit tahun ini, dengan menyampaikan banyak hal yang tidak penting. Apapun emosi yang dikeluarkan manajer, para pemainnya akan mengikutinya. Mereka mengadopsi apa yang ia bicarakan, sebab itulah arti seorang manajer.” pungkasnya.

“Jika manajer Anda frustrasi, itu akan meresap ke ruang ganti. Pemain akan merespons hal itu. Itu yakni cermin. Jika beliau (Conte) frustrasi dan tegang, Anda lihat apa yang akan terjadi pada hari Minggu nanti.” sambungnya.

Kelemahan pemain yakni kelemahan pelatih. Jika beberapa pemain tampak tegang dan putus asa di atas lapangan, besar kemungkinan bahwa manajer mereka pun tegang dan frustasi. Hal tersebut harus benar-benar diantisipai oleh Conte pada pertandingan melawan Tottenham mendatang.

“Kekurangan Chelsea itu terperinci membayangi bagaimana pertandingan melawan Spurs nanti, atau mungkin perihal Wembley, segala hal di lapangan, semua hal-hal menyerupai itu,” tambah Le Saux.

“Spurs, menyerupai yang kita lihat ketika melawan Newcastle, sangat selaras satu sama lain. Eriksen menarik semua pemain. Mereka akan menjadi favorit masuk sebagai pemenang di pertandingan nanti. Chelsea sanggup kalah pada hari Minggu dan itu tidak akan menjadi krisis utama. Masalah krusialnya yakni bagaimana cara mereka bermain. Semua orang akan melihat itu sekarang,” tutur laki-laki berusia 48 tahun itu.

Performa Chelsea memang tampak jauh dari maksimal pada pertandingan melawan Burnley kemarin. Mereka kehilangan fokus sesudah Cahill terkena kartu merah, absennya beberapa pemain andalan masih tak sanggup digantikan dengan baik, hingga beberapa pemain tampil di bawah rata-rata. Permasalahan tersebut harus segera diatasi. Menurut Le Saux, salah satu solusinya yakni dengan membeli pemain baru.

“Manchester City telah melaksanakan bisnis mereka lebih awal, mengeluarkan dana dengan jumlah besar, dan itu mendorong kepercayaan diri, itu benar, dan inilah yang harus Chelsea lakukan, setidaknya percaya diri. Tidak ada hal lain. Sedangkan, Chelsea mempunyai lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.”

“Chelsea masih merupakan tim dengan pemain yang fantastis. Mereka berada di empat besar berdasarkan saya. Tapi Anda tidak ingin hal ini terus berlangsung terlalu lama. Jika terus menyerupai ini, mereka sanggup terus menawarkan poin kepada semua kompetitornya hingga selesai September.” tegas Le Saux.

Chelsea harus segera berbenah demi menatap Premier League demam isu ini. Chelsea tidak sanggup menyerupai pada demam isu 2014-2015 kemudian ketika Chelsea justru menyerupai mengipasi api, bukan memadamkannya. Hingga pekan ketujuh mendatang, Chelsea akan berhadapan dengan tiga klub yang finis di enam urutan teratas demam isu lalu. Jika Chelsea masih belum menemukan solusi yang tepat, Chelsea sanggup kehilangan poin dan akan sulit mengejar titel Premier League demam isu ini.