Terkini Bagaimana Balasannya Kalau Diego Costa Bertahan?

Posted on
Striker andalan Chelsea selama tiga demam isu terakhir sekarang berada dalam situasi yang kurang nyaman. Diego Costa tidak diikutsertakan dalam tur pra-musim Chelsea ke Asia dan masa depannya di Stamford Bridge masih tak menentu. Costa dikabarkan akan angkat kaki dari London sehabis ia mengungkapkan bahwa dirinya tak lagi masuk dalam rencana Antonio Conte demam isu depan.
Costa sendiri pernah mengungkapkan bahwa bila dirinya hengkang dari Chelsea, maka Atletico Madrid yaitu satu-satunya tujuan. Atletico sendiri telah beberapa kali dikabarkan tertarik mengembalikan Costa ke Vicente Calderon, namun kali ini hukuman yang mereka alami terang menghambat transfer Costa.
Atletico tidak bisa mendaftarkan pemain gres sampai demam isu hirau taacuh nanti. Artinya, Costa bisa saja berseragam Atletico secepat mungkin namun ia gres akan bermain di adu kompetitif pada tahun 2018 mendatang. Kondisi terebut tak mendukung harapan Costa yang tentu ingin bermain di Piala Dunia 2018. Situasi ini dimanfaatkan oleh AC Milan yang tertarik mendatangkan Costa.
Beberapa hari yang kemudian bahkan CEO Milan, Marco Fassone menyatakan bahwa ia sudah bertemu distributor Costa, Jorge Mendes. “Saya menghindari berbicara ihwal pemain klub lain, tapi Diego Costa yaitu pemain hebat, tapi ia pemain Chelsea. Kami bertemu Jorge Mendes, banyak hal yang bisa dibicarakan tentangnya. Costa yaitu pemain hebat tapi ia pemain Chelsea. Cukup,” ujar Fassone.
Jika ingin benar-benar mendatangkan Costa, Milan harus merogoh kocek cukup dalam alasannya Costa masih dibanderol dengan harga mahal. Permasalahannya bukan dana yang tidak cukup, namun kemungkinan Milan melanggar Financial Fair Play. Sejauh ini mereka telah mengeluarkan uang sebesar 190 juta euro untuk belanja pemain.
Kondisi tak menentu ini menciptakan kemungkinan Costa akan bertahan di Chelsea kembali muncul. Skuat Chelsea telah kembali ke London dan Conte tentu akan membereskan duduk masalah ini. Januari lalu, Costa sempat terlibat perseturuan dengan Conte yang menciptakan ia dikepinggirkan pada pertandingan melawan Leicester. Namun kesudahannya situasi membaik dan Costa kembali menjadi andalan.
Namun yang perlu dipertanyakan yaitu bagaimana skuat Chelsea bila Costa bertahan sementara Alvaro Morata sudah bergabung bersama Chelsea. Conte akan menerima banyak laba dengan mempunyai dua striker kelas dunia tersebut namun ia juga harus berhati-hati dalam menentukan pemainnya.
Absennya Costa, Hazard, dan Pedro menciptakan Conte harus memainkan pemain pelapis di lini depan Chelsea kala menjalani pertandingan melawan Bayern Muncih dan Inter Milan. Dengan gugusan 3-4-3, Conte menempatkan Batshuayi sebagai striker utama dan Willian sebagai wide forward di sisi kanan. Jeremie Boga sempat dimainkan sebagai wide forward kiri namun posisi tersebut diberikan ke Morata pada pertandignan melawan Inter.
Meski terlihat kurang nyaman, namun penggunaan Morata sebagai wide forward bisa memberi Chelsea keunggulan bila ingin melancarkan serangan lewat umpan silang. Jika Costa bertahan dan bermain, maka Morata dan Costa sanggup menjadi sosok angker di kotak penalti lawan. Keduanya bisa menempatkan posisi dengan baik dan mempunyai penyelesaian selesai brilian.
Namun Morata harus mengikuti keadaan dengan posisi tersebut alasannya bermain melebar bukanlah spesialisnya. Tapi, bagan ini bisa menambah variasi strategi Chelsea dan sanggup menjadi senjata tersembunyi kala Chelsea sulit mencetak gol.
Selain itu, opsi lain bila Costa bertahan yaitu dengan memainkan keduanya sebagai striker. Selama menangani Juventus, Conte kerap memainkan bagan 3-5-2. Karena itu, Conte tentu tak ajaib dengan strategi tersebut. Duet Costa dan Morata di lini depan tentu akan menjadi senjata tajam dan memberi bahaya kepada pertahanan lawan.
Senjata tersembunyi ibarat itu penting untuk dimiliki tim yang ingin meraih prestasi. Tidak ada strategi yang tidak bisa dikalahkan. Gegenpressing-nya Jurgen Klopp dan permainan penguasaan bola Pep Guardiola saja lama-lama tidak sanggup dikatakan sebagai strategi mematikan. Setiap manajer harus fleksibel dan dengan tulus merubah strategi favoritnya bila memang sudah tidak bisa menghasilkan kemenangan.
Conte telah melaksanakan itu pada demam isu kemudian saat mengubah gugusan menjadi 3-4-3 yang kesudahannya membawa Chelsea keluar sebagai kampiun Premier League. Musim depan setiap pesaing akan lebih besar lengan berkuasa dan tentu akan mempelajari kelemahan tim lain. Karena itu, senjata tersembunyi sangat penting untuk dimiliki.
Namun yang perlu diperhatikan bila Costa bertahan yaitu menit bermain bagi Costa dan Morata. Kedua pemain tersebut tentu tak ingin menghabiskan demam isu di dingklik cadangan. Conte dihentikan salah dalam menentukan pemain dan memberi kesempatan bermain.