Terkini Antonio Conte: Aku Dapat Kehilangan Dua Kilo Ketika Pertandingan

Posted on

Musim depan, ada kemungkinan kita tidak akan melihat lagi selebrasi emosional Antonio Conte di pinggir lapangan, atau teriakannya yang bertujuan untuk memastikan pemainnya melaksanakan apa yang dia minta. Conte mengakui bahwa dia harus menurunkan tingkat aktifitasnya pada sesi latihan maupun ketika pertandingan berlangsung sesegera mungkin sebab dia merasa sangat kelelahan.


Conte menciptakan efek besar di ekspresi dominan pertamanya bersama Chelsea. Bukan hanya dia berkontribusi penuh membawa Chelsea meraih gelar Premier League, tapi dia juga menciptakan banyak fans terkagum ketika manajer asal Italia itu menunjukkan ‘gairah’ yang begitu menarik untuk ditunjukkan selama pertandingan.

Namun, laki-laki berusia 47 tahun itu mengakui akan ada saatnya dimana dia harus lebih siap dalam menghadapi dilema besar di klub London tersebut. “Pastinya saya tahu bahwa ke depan akan sangat sulit untuk terus mempunyai hal istimewa menyerupai ekspresi dominan lalu. Karena untuk tetap berada ‘menyentuh garis’ kemenangan dan mempunyai gairah ini, Anda harus mempunyai lebih banyak kekuatan.

“Memang benar, saya menuntaskan permainan melawan Bayern dan saya merasa hancur. Saya pikir saya kehilangan dua hingga tiga kilo berat tubuh saya ketika pertandingan. Selama pertandingan, saya mencoba untuk tetap bersama pemain saya dalam situasi konkret maupun negatif.”

“Pastinya, kekuatan saya akan berkurang seiring berjalannya waktu, dan mungkin saya akan berusaha menenangkan diri saya dan lebih banyak duduk untuk istirahat,” ungkap Conte yang menyampaikan intensitasnya sebagai instruktur yang ‘bergairah’ di setiap pertandingan. Eks manajer Juventus itu merasa dia mempunyai antusiasme yang sama menyerupai 20 tahun karirnya sebagai pemain, di mana dia memenangkan delapan piala utama bersama Juventus. Ia merasa harus memikirkan kondisinya yang harus terus dalam keadaan bugar.

Walaupun mantan gelandang Italia itu merasa kondisinya sebagai manajer jauh lebih baik daripada ketika dia masih berperan sebagai pemain. “Jika Anda melihat saya sebagai pesepakbola, atau ketika ketika saya masih bermain, saya selalu menawarkan hasrat yang besar. Anda melihat Antonio Conte ketika permainan menawarkan gairah. Keinginan untuk berjuang, mengatasi sulitnya berlari, dengan hati.

“Bila tekniknya tidak hingga pada tingkat terbaik, berdirilah dengan hati, dengan kepala, dengan antusias, bergairah, dan terus bekerja. Saya pikir saya mentransfer ini ke training saya sebagai pelatih, tapi dengan talenta yang lebih besar dari saya sebagai pemain.”

“Saya selalu memikirkan hal ini semenjak memulai karir saya. Bakat saya sebagai pesepakbola yaitu pertengahan karir saya, tapi saya mempunyai hati, kemauan untuk menang, bekerja untuk mengatasi keterbatasan saya. Saya tahu betul bahwa akan sulit bagi saya untuk menjadi pemain top, tapi saya selalu berada di level yang baik sebagai pelatih.”

“Menjadi kapten dan banyak memenangibanyak gelar di Juventus, bermain selama 20 tahun, bermain di Piala Dunia, Piala Eropa, saya pikir saya mempunyai karir yang bagus, bukan? Saya yaitu pemain yang bagus. Saya mencoba untuk mentransfer semua gairah saya kedalam pekerjaan saya sebagai instruktur tim utama sepakbola,” tutup Conte. 

Tak sanggup dipungkiri, sikapnya di pinggir lapangan itu menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan Chelsea ekspresi dominan lalu. Teriakannya dari sisi lapangan itu terbukti bisa melejitkan semagnat juang para pemainnya. Jika Conte benar-benar menghilangkan kebiasaan itu, sekiranya dia mencari cara lain untuk bisa memastikan pemainnya bekerja dengan keras di atas lapangan.