Liputan6.com, Jakarta – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) berniat memberikan bonus kepada para atlet timnas voli putra dan putri yang berhasil menyumbang medali emas SEA Games 2019. Timnas Putra berhasil meraih medali emas SEA Games 2019 setelah mengalahkan tuan rumah, Filipina. Prestasi itu sangat berarti karena Indonesia sudah satu dekade menunggu medali emas dari cabang olahraga bola voli. Sedangkan,

Manila- Kesuksesan Vietnam merebut medali emas dari cabang olahraga sepak bola putra di SEA Games 2019 masih menyisakan cerita. Kisah menarik datang dari sang pelatih, Park Hang-seo. Seperti diketahui, pelatih asal Korea Selatan itu mendapat kartu merah dari wasit saat pertengahan babak kedua. Asisten pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2002 itu dianggap melayangkan protes berlebihan akibat kecewa dengan kinerja

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakann akan menaikkan nilai bonus bagi atlet peraih medali di ajang multieven SEA Games 2019 Filipina. Kenaikkannya mencapai lebih dari dua kali lipat dari rencana sebelumnya. “Saya menyampaikan berdasarkan arahan Presiden peraih medali emas perorangan akan diberi apresiasi Rp 500 juta, peraih perak Rp 300 juta, dan perunggu Rp 150 juta,” ujar Menpora

Nomor lain yang tak kalah dijagokan adalah DotA 2 dan Arena of Valor. Sayang, mereka juga tak sanggup membuat kejutan. Nomor Tekken 7, yang mengandalkan Adriyansyah Jusuf juga tak bisa maksimal. Padahal, kala pra-SEA Games 2019, ia mendapat medali perak. Melihat apa yang terealisasi dari Filoil Flying V Centre, San Juan, Metro Manila, Filipina, Ketua Umum IESPA, Eddy Lim mengakui

Manila – SEA Games 2019secara resmi ditutup dalam acara yang digelar di New Clark City Athletic Stadium, Rabu (11/12/2019) malam waktu setempat. Acara berlangsung meriad dengan atraksi drone dan konser musik. Upacara penutupan dimulai pada pukul 18.15 waktu setempat. Acara tersebut dibuka dengan parade atlet dan kontingen dari 11 negara peserta. Acara semakin menarik setelah penampilan dari grup band KO Jones

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia U-22 kembali gagal merebut medali emas SEA Games. Pada final cabang sepak bola putra SEA Games 2019, Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam 0-3, Selasa (10/12/2019) malam WIB. Dalam laga tersebut, Indonesia harus kehilangan gelandang Evan Dimas Darmono di pertengahan babak pertama akibat cedera. Evan dilanggar Doan van Hau. Namun wasit Majed Mohammed Alshamrani tak memberikan kartu

Liputan6.com, Manila – Timnas Indonesia U-22 harus mengakui keunggulan Vietnam di partai final cabang olahraga sepak bola SEA Games 219, Selasa (10/12/2019) di Manila, Filipina. Vietnam menang 3-0 atas Garuda Muda. Dua gol Vietnam di antaranya tercipta dari situasi bola mati atau set piece. Gara-gara bola mati itu Timnas Indonesia U-22 kebobolan dalam dua pertemuan terakhir dengan Vietnam. Asisten pelatih

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia U-22 gagal meraih medali emas SEA Games 2019 Filipina. Dalam laga final di Rizal Memorial Stadium, Selasa (19/12/2019) malam WIB, skuat Garuda Muda kalah 0-3 dari Vietnam. Kekalahan Timnas Indonesia U-22 ini tentu saja menimbulkan kekecewaan mendalam bagi masyarakat Indonesia. Hasil ini juga membuat skuat Garuda Muda gagal mengakhiri paceklik medali emas cabang olahraga sepak bola

Sesungguhnya, skuat Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019 ini begitu spesial. Bahkan, tak berlebihan mungkin menyebut skuat ini sebagai generasi emas sepak bola Indonesia. Lihat saja, di luar Evan Dimas dan Zulfiandi, yang masuk kategori senior, berusia 24 tahun, skuat asuhan Indra Sjafri merupakan pemain-pemain muda dengan talenta terbaik. Usia mereka rata-rata 20 tahun, sehingga kemampuan mereka masih sangat

Manila – Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri menyayangkan cedera yang dialami Evan Dimas saat melawan Vietnam di babak pertama final SEA Games 2019. Menurutnya, keluarnya pengatur serangan berusia 24 tahun itu memengaruhi permain Tim Merah Putih. Melakoni laga final di Stadion Rizal Memorial, Selasa (10/12/2019), Timnas Indonesia U-22 sudah mengganti pemain pada menit ke-25. Evan Dimas terpaksa meninggalkan lapangan setelah mendapat tekel