JawaPos.com – Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri menceritakan suasana ruang ganti timnya usai takluk 0-2 dari Jepang U-19, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (28/10) malam. Menurutnya ada suasana berbeda dibanding pada era 2014 lalu. Impian Garuda Nusantara untuk mentas di Piala Dunia U-20 harus kandas di hadapan Jepang. Tentu ada kesedihan yang dirasakan Egy Maulana Vikri

JawaPos.com – Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri tetap bangga meski tim asuhannya takluk 0-2 dari Jepang U-19. Hasil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (28/10) tersebut seraya mengagalkan ambisi Indonesia untuk tampil di Piala Dunia U-20 tahun depan. Menurut Indra Sjafri, sepak bola Indonesia sudah berada pada level teratas Asia. Itu dibuktikan saat mampu mengalahkan Uni Emirat

JawaPos.com – Pelatih Timnas U-19 Jepang, Masanaga Kageyama menganggap pertandingan melawan Timnas U-19 Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Minggu (20/10) berjalan sangat berat. Terlebih pertandingan tersebut berjalan saat lapangan diguyur hujan lebat. Menurut Masanaga, hujan jadi menyulitkan permainan skuad didikannya. Dengan nada bercanda, ia curiga kalau hujan tersebut berasal dari doa seseorang. “Kami kaget hujan begitu besar

Minggu 28 Oktober 2018, 22:50 WIB Foto Sepakbola Ari Saputra – Sepakbola Jakarta Sepakbola – Timnas Indonesia U-19 gagal ke Piala Dunia U-20 usai kalah dari Jepang 0-2. Pelatih Indra Sjafri menyebut timnya tidak tertinggal jauh dari segi permainan. Foto 1 dari 6 Di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (28/10/2018), Indonesia kalah 0-2 dari Jepang di perempatfinal Piala Asia

Minggu 28 Oktober 2018, 22:14 WIB Foto Sepakbola Ari Saputra – Sepakbola Jakarta Sepakbola – Indonesia menelan kekalahan dari Jepang di perempatfinal Piala Asia U-19 2018. Takluk 0-2, Garuda Muda gagal ke Piala Dunia U-20 di Polandia tahun depan. Foto 1 dari 10 Dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (28/10/2018), Jepang unggul satu gol di babak pertama.

Minggu 28 Oktober 2018, 22:02 WIB Foto Sepakbola Ari Saputra – Sepakbola Jakarta Sepakbola – Sejumlah penonton Jepang ikut mendukung timnya di ajang Piala Asia U-19 di Jakarta. Mereka tampil semangat di tengah ribuan suporter Merah Putih. Foto 1 dari 7 Penampakan para penonton Jepang di GBK, Jakarta, Minggu (28/10/2018). Kontak Informasi DetikcomRedaksi: redaksi[at]detik.comMedia Partner: promosi[at]detik.comIklan: sales[at]detik.com Turun Minum, Arsenal

JawaPos.com – Berakhir sudah perjuangan Timnas U-19 Indonesia di ajang Piala Asia U-19 2018. Tim asuhan Indra Sjafri gugur pada babak perempat final setelah kalah dari Jepang U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu (28/10) malam. Di menit -menit awal, Indonesia sebenarnya sudah menciptakan kejutan. Pergerakan lincah Saddil Ramdani dan Witan Sulaiman mampu merepotkan lini pertahanan Jepang.

JawaPos.com – Harus diakui kalau Jepang U-19 punya banyak kelebihan dibanding Timnas U-19 Indonesia. Dalam masa persiapan mereka tampil trengginas. Di fase grup Piala Asia U-19 Samurai Muda juga tampil sempurna dengan selalu menang dalam tiga laga fase grup. Namun, ada satu hal yang justru tidak pernah dirasakan Jepang, dibanding Timnas U-19. Mayoritas skuad mereka tidak punya pengalam ditonton ribuan

JawaPos.com – Di tengah situasi konflik antar sejumlah golongan, masyarakat Indonesia kembali diingatkan dengan adanya momen persatuan. Pada Minggu (28/10) ini, tersaji dua momen penting yaitu Hari Sumpah Pemuda dan pertandingan di babak perempat final Piala Asia U-19 2018. Di hari yang bersejarah ini, Timnas U-19 Indonesia akan berusaha mewujudkan ambisi besar. Untuk kali pertama dalam sejarah, Indonesia ingin lolos

JawaPos.com – Pelatih Jepang U-19, Masanaga Kageyama, sadar kalau anak asuhnya harus mewaspadai Witan Sulaeman. Namun, pihaknya tak akan terpaku pada satu pemain saja. Kendati baru berusaia 17 tahun, permainan Witan memang cukup agresif. Dia sejauh ini sukses mengemas tiga gol, termasuk gol ke gawang Uni Emirat Arab (UEA) yang membawa Indonesia lolos ke perempat final. Penampilan pemain kelahiran Palu