Jakarta – Mengoleksi medali emas, perak, dan perunggu membuat Jendi Pangabean diguyur bonus miliaran. Dia kian mantap untuk menikah. Jendi, 27 tahun, telah menjalin asmara dengan kekasihnya selama lima tahun terakhir. Dia cuma menyebut kekasihnya adalah seorang atlet tenis meja putri pelatnas NPC. Sama-sama menjalani training camp di solo, mereka cinlok alias cinta lokasi. Mereka berkenalan sejak tinggal di pelatnas

Jakarta – Perenang tunagrahita, Syuci Indriani, kembali meraih medali emas di Asian Para Games 2018. Dia mengikuti instruksi pelatih agar berenang secepat-cepatnya. Dalam final 200 meter gaya ganti putri SM14 di Stadion Akuatik, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (12/10), Syuci finis terdepan. Dia mencatatkan waktu 2 menit dan 36,32 detik untuk menyelesaikan lintasan. Perenang Hong Kong, Chan Yui Lam,

Jakarta – Perenang Syuci Indriani meraih emas keduanya di Asian Para Games 2018. Dia menjadi yang terbaik di nomor 200 meter gaya ganti putri SM14 (tunagrahita). Dalam final di Stadion Akuatik, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (12/10), Syuci finis terdepan. Dia mencatatkan waktu 2 menit dan 36,32 detik untuk menyelesaikan lintasan. Perenang Hong Kong, Chan Yui Lam, membuntuti di

Jakarta – Stadion Akuatik di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) dipenuhi penonton. Mereka memenuhi tribune stadion. Usai mengantongi emas di nomor 100 meter gaya panggung S9 Asian Para Games 2018, Jendi turun di nomor estafet gaya ganti 4x 100 meter bersama tiga rekannya, Steven, Guntur, Suryansyah. Bertanding di Stadion Akuatik, Senayan, Kamis (11/10/2018), Jendi cs mendapat dukungan penuh dari masyarakat

Jakarta – Syuci Indriani kembali menambah medali perak untuk Indonesia di Asian Para Games 2018. Dia meraihnya dari nomor 100 meter gaya kupu-kupu S14 (tunagrahita) putri. Dalam persaingan di Stadion Akuatik, Senayan, Rabu (10/10/2018), Syuci finis di urutan kedua. Dia mencatatkan waktu 1 menit 11,08 detik. Sementara, medali emas diraih oleh wakil Hong Kong, Yui Lam Chan, dengan catatan waktu