Kamis, 18 Okt 2018 20:22 WIB Foto Sport Agung Pambudhy – detikSport Jakarta – Nama Ni Made Arianti melambung usai menyumbang dua medali perak di ajang Asian Para Games 2018. Medali itu merupakan buah kerja kerasnya selama ini.

Jakarta – Ni Made Arianti Putri nama lengkapnya. Berlari di jarak pendek dan jarak menengah dengan sebelah mata. Arianti tampil sip di Asian Para Games 2018. Atlet asal Denpasar itu mempersembahkan dua medali perak, dari lari 100 meter dan 400 meter. Sederet prestasi lain diciptakan Arianti di ajang lain. berikut kiprahnya di ajang nasional dan internasional: Foto: Fuad Hasyim (fem/cas)

Jakarta – Ni Made Arianti sempat tak menyadari hanya bisa melihat dengan mata kanan. Bahkan, dia tak percaya saat dokter memberikan keterangan kepadanya. Arianti lahir dengan kondisi tak normal. Mata kirinya dinyatakan buta. Tapi, kedua orang tuanya tak pernah membedakan Arianti dengan anak-anak sebayanya dan kakaknya. Beberapa kali insiden, seperti salah berbelok atau kecemplung got, tak membuat Arianti mencurigai kemampuan

Jakarta – Ni Made Arianti sempat tak menyadari hanya bisa melihat dengan mata kanan. Bahkan, dia tak percaya saat dokter memberikan keterangan kepadanya. Arianti lahir dengan kondisi tak normal. Mata kirinya dinyatakan buta. Tapi, kedua orang tuanya tak pernah membedakan Arianti dengan anak-anak sebayanya dan kakaknya. Beberapa kali insiden, seperti salah berbelok atau kecemplung got, tak membuat Arianti mencurigai kemampuan

Jakarta – Ni Made Arianti mengumpulkan dua medali perak Asian Para Games 2018. Medali itu bayaran keteguhan Arianti untuk tak menyia-nyiakan kesempatan bersama Timnas. Arianti menjadi salah satu atlet atletik andalan Indonesia di Asian Para Games 2018. Dia telah bergabung dalam pelatnas ke pesta olahraga disabilitas se-Asia itu sejak Januari. Sejak itu pula, atlet asal Bali itu berlatih maksimal. “Waktu

Jakarta – Ni Made Arianti berhasil menggondol dua perak di Asian Para Games 2018. Dia membidik ASEAN Para Games 2019 dan Paralimpiade 2020. Arianti menitikkan air mata haru usai mencapai finis di lintasan lari 400 meter Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (11/10/2018). Dengan catatan waktu 1 menit 5,29 detik, atlet Bali itu menggondol medali perak. Emas diraih para