Liputan6.com, Jakarta Ole Gunnar Solskjaer menjadi cahaya matahari bagi Manchester United (Man Utd). Saat terangnya akan redup, Solskjaer membawa kembali sinar matahari ke kubu MU sehingga harapan terus menyala. Inilah yang terjadi saat Solskjaer dan MU membukukan empat kemenangan beruntun. Empat kemenangan beruntun ini memulihkan kepercayaan diri MU yang sempat terkoyak usai kalah 1-3 dari Liverpool pada pekan ke-17 lalu.

Meski begitu ujian sesungguhnya MU di Liga Inggris bakal terjadi pada 13 Januari saat bertandang ke markas Tottenham Hotspur. Rekor atau tidak, kemenangan juga bakal mengangkat posisi MU di klasemen Liga Inggris. Saat ini, MU masih berada di posisi keenam di klasemen Liga Inggris. Mereka masih terpaut 3 poin dari Arsenal dan 6 poin dari Chelsea yang berada di posisi

Liputan6.com, Jakarta Alexis Sanchez sudah tidak sabar memperkuat Manchester United (MU). Setelah lama absen, Sanchez berharap bisa tampil saat MU vs Newcastle United, Kamis dini hari WIB (3/1/2019).  Sanchez terakhir kali memperkuat MU saat berhadapan dengan Crystal Palace pada 24 November 2018. Setelah itu, eks pemain Arsenal tersebut harus menepi dari lapangan dan kembali ke kampung halamannya untuk memulihkah cedera hamstring yang menimpanya.  Akhir

Lantas, apa yang membuat Rose mampu membuat Red Bull Salzburg tampil luar biasa? Media-media Eropa mengklaim, Rose merupakan penganut gaya bermain gegenpressing, yang selama ini menjadi ciri khas manajer Liverpool Jurgen Klopp. Rose belajar taktik tersebut saat masih berkarier sebagai pemain. Dia merupakan anak asuh Klopp saat keduanya berada di Mainz 05. Dia juga sempat merasakan tangan dingin Thomas Tuchel

Akan tetapi Solskjaer meminta anak-anak asuhnya untuk tak meremehkan Newcastle. Apalagi sang lawan akan tampil di hadapan pendukungnya sendiri. “Saya ingin Manchester United terlihat seperti ini (laga melawan Bournemouth) ketika saya di sini. Tentu saja, kami akan mendapatkan tes yang lebih sulit dari ini, misalnya pada Rabu melawan Newcastle,” tutur Solskjaer. “Ini permainan bola yang berbeda karena Anda menjalani laga

Liputan6.com, Jakarta Penjaga gawang Paris Saint Germain Gianluigi Buffon khawatir dengan kebangkitan Manchester United di bawah asuhan caretaker Ole Gunnar Solskjaer. Buffon menganggap MU sekarang lebih bahaya dibanding pada saat masih dipoles Jose Mourinho. Seperti diketahui MU memutuskan memecat Mourinho bulan lalu menyusul kekalahan 1-3 MU dari Liverpool di ajang Liga Inggris. Solskjaer ditunjuk menjadi caretaker sampai akhir musim.  Solskjaer

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) masih mencatat rapor 100 persen bersama Ole Gunnar Solskjaer. Namun, masih ada noda pada kinerja The Red Devils. MU belum mampu mencatat clean sheet dari tiga pertandingan. Mereka kebobolan sekali masing-masing melawan Cardiff City, Huddersfield Town, dan Bournemouth. Mengingat status Cardiff dan Huddersfield sebagai tim dengan produktivitas rendah, catatan tersebut jelas mengecewakan. Terlebih mengingat

Jakarta Gelandang Manchester United Jesse Lingard memuji kapabilitas Ole Gunnar Solskjaer. Menurut Lingard, Solskjaer membuat Paul Pogba kembali menemukan bentuk permainan terbaik. “Paul Pobga tengah menikmati sepak bola. Ia bermain di posisi yang ia inginkan dan diberikan kebebasan untuk menjadi pemain pilar Manchester United. Ia memiliki kemampuan untuk membantu menyerang dan mencetak gol,” ujar Lingard. “Ole Gunnar Solskjaer adalah sosok

Jakarta Manchester United dikabarkan menyiapkan dana besar demi memboyong bek Ajax Matthijs de Ligt. Bahkan, The Red Devils bersedia menebus klausul pelepasan De Ligt yang mencapai 52 juta poundsterling. De Ligt menjadi primadona pada bursa transfer mendatang. Bek Ajax itu menjadi incaran sejumlah klub top Eropa, di antaranya adalah Barcelona, Manchester City dan Manchester United. Barcelona dan Manchester City menilai