Gregah Nurikhsani

Myanmar Vs Timnas Indonesia U-22, Ajang Adu Taktik Velizar Popov dan Indra Sjafri

Posted on

Setelah 46 tahun, Myanmar punya kesempatan kembali menjadi raja sepak bola di ajang olahraga Asia Tenggara. Kali ini, pasukan Myanmar berjuang dipimpin pelatih Velizar Popov.

Popov mengejutkan banyak pihak karena berhasil membawa Timnas Myanmar U-22 menjadi juara Grup A dan melenggang ke semifinal. Padahal, pada turnamen Piala AFF U-22 Februari lalu, tim besutannya gagal lolos dari fase grup. 

Dalam tempo delapan bulan, Popov berhasil mengubah performa Timnas Myanmar U-22 hingga tampil meyakinkan di SEA Games 2019.

Selain kariernya sebagai pesepak bola tidak begitu berkilau, durasinya pun terbilang singkat. Karier bermainnya secara profesional bisa dibilang tidak terlalu lama, sejak 1995 hingga 2000.

Dia pernah memperkuat tiga klub berbeda yaitu Lokomotiv Plovdiv (1995–1996), Hebar Pazardzhik (1996–1999), dan Spartak Plovdiv (1999–2000 ). Setelah itu, ia banting setir sebagai pelatih.

Sebaliknya, karier kepelatihan Velizar Popov cukup panjang, sekitar 20 tahun. Dia mengawali kiprahnya di pinggir lapangan dengan menjadi pelatih junior di klub Bulgaria, Spartak Plovdiv, pada 1999–2002. 

Dia juga pernah menangani klub asal Bulgaria (Cherno More), Denmark (FC Liberika), hingga Moldova (FC Costuleni).