Defri Saefullah

Indonesia Junior Sudden Death League Usung Target Ambisius

Posted on

 

Liputan6.com, Jakarta Indonesia Junior Sudden Death League (IJSL) sudah berlangsung di lapangan Simprug Pertamina, Minggu (21/10/2018). Turnamen tanpa hasil seri ini diikuti anak-anak usia 11 tahun (U-11) dan U-13.

Turnamen yang diselenggarakan oleh EDF La Liga dan Saelan Football Academy ini mengusung target ambisius. Target tersebut yakni menciptakan pemain berbakat yang siap membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2024.

“Target kita sangat ambisius, kita harus cari talent di Indonesia, kita ingin dari ini lahir pemain-pemain nasional indonesia yang masuk dalam timnas dan berbicara di event internasional,” kata Ketua Yayasan Al Azhar Syifa Budi (Pemilik Saelan Football Academy),Hamid Chalid seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

“Artinya bukan cuma besar di kampung sendiri, tetapi dia bisa masuk event internasional, kalau bisa masuk Piala Dunia 2024,” ucapnya.

Turnamen IJSL memang serius dalam membangun karakter pemain sepak bola sejak dini. Dalam format permainan saja, 18 tim yang bermain tak boleh main imbang. Setiap pertandingan yang berakhir imbang harus diakhiri dengan adu penalti.

Ini tak lain juga dimaksudkan untuk mengikis salah satu ‘penyakit’ Timnas Indonesia dimana mental pemain kerap ciut saat mengeksekusi penalti.